Filipina serukan perkuat kerja sama ASEAN-Korea soal keamanan lintas batas

Perang terhadap kejahatan lintas negera seperti terorisme, narkoba dan dampak perubahan iklim adalah salah satu prioritas domestik karena mengancam masyarakat seluruh dunia, ujar Presiden Filipina

Filipina serukan perkuat kerja sama ASEAN-Korea soal keamanan lintas batas

Filipina menyerukan kerja sama yang lebih erat antarnegara kawasan untuk memerangi terorisme, narkoba dan dampak perubahan iklim.

Di hadapan para pemimpin selama KTT ASEAN-Republik Korea beberapa waktu lalu, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan perang terhadap kejahatan lintas negera adalah salah satu prioritas domestik karena mengancam masyarakat seluruh dunia.

Beberapa waktu sebelumnya, Duterte mengatakan bahwa jaringan kriminal meraup miliaran dolar setiap tahun dari kasus narkoba, perdagangan manusia, kejahatan dunia maya dan bentuk-bentuk kegiatan kriminal lainnya.

Duterte menyarankan agar ASEAN dan Korea mempertahankan kerja sama lewat pertukaran informasi dan intelijen.

Pengepungan Marawi 2017 yang dilakukan militan yang berkiblat ke Daesh, lanjut Duterte, adalah serunga yang mengingatkan setiap orang bahwa terorisme tak memiliki batas.

“Perlu menyerukan aksi kolektif yang lebih besar untuk memerangi ancaman ini dengan mengatasi akar penyebabnya yang meliputi keterbelakangan, ketimpangan dan ketidakadilan sejarah. Kerja sama harus fokus pada pengembangan kapasitas,” ujar Istana Malacanang dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Kerja sama soal perubahan iklim dan respon bencana juga perlu ditingkatkan, kata Duterte.

“Kami ingin meningkatkan kemampuan untuk merespons krisis dan membangun kembali masyarakat, mengingat kerentanan kami yang tinggi terhadap bencana alam.”

Duterte juga menyambut baik minat Korea Selatan untuk bekerja sama dengan ASEAN dalam meningkatkan konektivitas dan meminta sesama pemimpin untuk menggunakan revolusi teknologi untuk mempromosikan integrasi.

“Filipina sangat menyadari bahwa revolusi yang sedang berlangsung dalam teknologi dan inovasi dapat mengganggu. Tetapi kami juga mengakui peluang untuk konektivitas yang lebih besar. Teknologi digital dan lainnya yang muncul memiliki kekuatan tidak hanya untuk mengganggu tetapi juga untuk mengintegrasikan,” kata Duterte.

Duterte juga menegaskan kembali tekad Filipina untuk sepenuhnya mengimplementasikan Rencana Induk ASEAN Connectivity 2025 dan menyatakan optimisme tentang pembentukan Dana Infrastruktur ASEAN-Korea pada 2022 mendatang.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA