Filipina larang pejabatnya kunjungi Kanada buntut masalah sampah

Hubungan diplomatik Filipina dan Kanada memburuk dalam beberapa pekan terakhir terkait persoalan sampah

Filipina larang pejabatnya kunjungi Kanada buntut masalah sampah

JAKARTA

Pemerintah Filipina melarang semua pejabat dan karyawan melakukan kunjungan resmi ke Kanada menyusul ketegangan diplomatik dengan Kanada karena perselisihan sampah, lansir Straits Times pada Minggu.

Juru bicara presiden Salvador Panelo mengatakan negaranya telah mengeluarkan memorandum pada 20 Mei yang meminta kementerian dan perusahaan pemerintah menahan diri untuk melakukan perjalanan resmi ke Kanada.

"Memo tersebut menginstruksikan lembaga pemerintah untuk mengurangi interaksi resmi dengan perwakilan pemerintah Kanada," kata Panelo.

Panelo mengutarakan arahan ini sejalan dengan sikap pemerintah Filipina yang mengurangi hubungan diplomatik dengan Kanada.

Langkah itu dimulai dengan penarikan Duta Besar dan Konsulat Jenderal Filipina karena Kanada gagal menarik kembali sampahnya.

Hubungan diplomatik Filipina dan Kanada memburuk dalam beberapa pekan terakhir terkait persoalan sampah.

Secara keseluruhan, 103 kontainer dikirimkan oleh sebuah perusahaan swasta Kanada ke Filipina pada 2013 dan 2014.

Sampah tersebut dilabeli sebagai barang daur ulang tetapi pada kenyataannya berisi sampah.

Saat ini, ada 69 kontainer yang tersisa setelah Filipina membuang 34 lainnya.

Filipina telah mendesak Kanada mengambil kembali sampah mereka, tetapi hingga saat ini tidak kunjung dilaksanakan, padahal Perdana Menteri Justin Trudeau telah berjanji akan melakukannya.

Menteri Lingkungan Hidup Catherine McKenna mengatakan limbah itu akan dibawa kembali ke Kanada pada akhir Juni.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA