Filipina hadapi utang tertinggi sepanjang sejarah

Biro Keuangan Filipina mencatat utang pemerintah mencapai P7,8 triliun pada Maret 2019

Filipina hadapi utang tertinggi sepanjang sejarah

JAKARTA

Utang luar negeri Filipina melonjak ke posisi tertinggi pada Akhir Maret karena “penyesuaian mata uang” dan penerbitan surat utang baru, ujar Biro Keuangan Filipina (BTr), lansir Philiphine Star pada Selasa.

BTr mengatakan utang pemerintah nasional pada Maret mencapai P7,8 triliun, lebih tinggi P350,7 miliar atau 4,7 persen ketimbang bulan sebelumnya sebanyak P7,5 triliun.

Ketimbang periode yang sama tahun lalu sebanyak P6,9 triliun, jumlah utang Maret ini naik P923,37 miliar atau 13,4 persen.

Pinjaman dalam negeri mencapai P5,2 triliun, lebih besar P298,64 miliar atau 6,1 persen ketimbang bulan sebelumnya. Sementara total pinjaman pemerintah dari kreditor eksternal pada Maret sebanyak P2.61 triliun, lebih besar P52.1 miliar atau 2 persen dari Februari.

Menurut BTr, peso terdepresiasi dari P51,769 per dollar AS pada akhir Februari 2019 menjadi P52,629 per dollar AS pada akhir Maret 2019.

“Kenaikan tingkat utang dalam negeri disebabkan oleh penerbitan surat utang pemerintah sebesar P298,21 miliar dan P0,43 miliar revaluasi obligasi dolar dalam negeri yang mengakibatkan depresiasi peso,” jelas BTr.

“Utang luar negeri lebih tinggi untuk Maret terutama karena dampak fluktuasi mata uang lokal terhadap dolar AS sebesar P42,42 miliar dan kenaikan pinjaman bersih luar negeri P11,00 miliar,” tambah dia.

Pemerintah meminjam dana dari sumber lokal dan asing untuk mendanai defisit anggaran pemerintah, yang dibatasi 3,2 persen dari produk domestik bruto tahun ini.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA