Filipina akan lanjutkan rehabilitasi Marawi

Duterte hanya akan fokus pada kebutuhan penduduk bukan bisnis besar

Filipina akan lanjutkan rehabilitasi Marawi

JAKARTA 

Pemerintah Filipina akan terus mendukung rehabilitasi Kota Marawi yang dilanda konflik, tetapi hanya fokus pada kebutuhan penduduk yang terdampak, bukan pada bangunan bisnis besar, kata Malacanang.

Seperti dilansir Philstar Presiden Duterte mengatakan dia tidak siap menghabiskan uang pemerintah untuk bangunan yang rusak selama pengepungan Marawi 2017. Menurut dia, pengusaha memiliki uang untuk memperbaiki struktur mereka.

Pengepungan Marawi untuk melumpuhkan teroris yang berkaitan dengan Daesh membuat pemerintah menerapkan hukum darurat perang di Mindanao.

Bentrokan berlangsung selama lima bulan, perang kota terpanjang di Filipina sejak Perang Dunia II.

Juru bicara kepresidenan Salvador Panelo mengklarifikasi bahwa Duterte hanya merujuk pada bisnis besar ketika dia mengatakan dia tidak akan mendanai rehabilitasi bangunan yang rusak selama pengepungan.

“Anda harus membantu kami karena prioritasnya adalah orang-orang di sana, bukan bisnis para pengusaha. Mereka punya uang,” kata Panelo pada konferensi pers.

Panelo mengatakan pemerintah akan memprioritaskan pembangunan rumah bagi penduduk yang terlantar akibat konflik, pemberian bantuan kepada orang-orang yang terluka selama bentrokan dan pembangunan rumah sakit.

Pemilik usaha mikro, kecil dan menengah juga akan mendapatkan bantuan, tambahnya.

“Karena kamu adalah pengusaha, kamu punya uang jadi kamu harus membantu dirimu terlebih dahulu. Rehabilitasi Marawi akan terus berjalan tetapi prioritasnya adalah pada orang-orang Marawi," tegasnya.

Sekitar P62 miliar diperlukan untuk merehabilitasi kota yang dilanda konflik, menurut perkiraan resmi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA