Enam orang bersenjata tewaskan polisi di Thailand selatan

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini

Enam orang bersenjata tewaskan polisi di Thailand selatan

JAKARTA  

Seorang sersan polisi tewas dalam serangan pada Minggu siang di kantor polisi Napradu di pos polisi distrik Khok Pho, Narathiwat, lansir Bangkok Post pada Minggu.

Kapten Polisi Somchai Duangtud mengatakan serangan itu terjadi saat enam pria dengan tiga sepeda motor melewati stasiun dan melepaskan tembakan dengan senjata militer.

Sersan Chalermpol Khomkham tewas di tempat kejadian.

Polisi telah mengerahkan tim untuk memburu para pelaku. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

Sementara itu, para penyelidik juga menemukan sejumlah peluru dekat lokasi kejadian.

Video CCTV penyerangan itu hanya berlangsung satu menit di pos polisi. Setelah melakukan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri melalui sepeda motor.

Penyerangan ini datang tak lama setelah keamanan Thailand mengingatkan kemungkinan terjadinya serangan di Sungai Kolok, Tak Bai, dan Muang di distrik Narathiwat antara 13-15 Januari.

Perundingan damai di Thailand Selatan kembali akan dimulai usai Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad melakukan kunjungan bersejarah ke Thailand pada Oktober lalu.

Dalam kunjungan pertamanya ke Thailand setelah menjabat, Mahathir berjanji membantu mengakhiri siklus kekerasan di wilayah tersebut di mana Malaysia ditunjuk menjadi fasilitator.

Menurut Mahathir, konflik selatan Thailand merupakan kesempatan kedua negara untuk menunjukkan persahabatan satu sama lain.

Sejak 2004, konflik bersenjata di empat provinsi di selatan Thailand telah menewaskan 7.000 jiwa.

Pada 2013, Thailand pertama kalinya menandatangani perundingan damai bersama Barisan Revolusi Nasional (BRN) Melayu Patani, salah gerakan pembebasan kemerdekaan Patani, yang diwakili Hasan Thoiyib.

Perundingan pada waktu itu ditengahi pemerintah Najib Abdul Razak Malaysia.

Namun, perundingan antara BRN dan Pemerintah Thailand berhenti pada 2014 karena kekacauan kudeta militer yang dipimpin Prayuth Chan-ocha terhadap pemerintahan Yingluck Shinawatra.

Prayut Chan-ocha kembali memperbarui proses perundingan yang hampir melahirkan zona aman antara kedua pihak.

Namun Malaysia mengalami perubahan politik saat koalisi Pakatan Harapan mengalahkan pemerintahan berkuasa yang dipimpin Najib Razak. Sejak saat itu, perundingan damai di selatan Thailand terhenti.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA