Duterte tolak partisipasi pemimpin partai komunis dalam negosiasi

Juru bicara kepresidenan Filipina Salvador Panelo mengatakan keputusan itu diambil karena pengaruh Sison dalam gerakan komunis sudah tidak kuat.

Duterte tolak partisipasi pemimpin partai komunis dalam negosiasi

JAKARTA

Rencana pemerintah Filipina melanjutkan pembicaraan dengan gerakan komunis tidak akan ikut menyertakan pemimpin Partai Komunis Filipina (CPP) Jose Maria Sison dan para pengikutnya, lansir Philstar pada Selasa.

Juru bicara kepresidenan Filipina Salvador Panelo mengatakan keputusan itu diambil karena pengaruh Sison dalam gerakan komunis sudah tidak kuat.

Panelo menyatakan Sison kini tidak lagi memiliki kendali atas pasukan komunis Maois di lapangan.

"Tidak masalah apakah (Sison) suka (tidak) atau tidak," kata Panelo terhadap rencana Duterte untuk membuat tim negosiasi baru.

“(Kami akan berbicara dengan) mereka yang tidak mendengarkannya. Kami merasa dia tidak lagi didengarkan,” tambah Panelo.

Panelo mengatakan pembicaraan damai antara Filipina dengan gerakan komunis akan terus berlanjut bahkan jika Duterte membentuk panel baru.

Duterte membatalkan pembicaraan dengan gerakan komunis setelah sayap bersenjatanya, Tentara Rakyat Baru (NPA) melancarkan serangan beruntun kepada warga sipil dan pasukan pemerintah.

Sabtu lalu, Duterte membuka kemungkinan membentuk tim panel baru setelah bulan lalu menyatakan penghentian permanen pembicaraan.

Duterte mengatakan panel negosiasi akan terdiri dari setidaknya dua warga sipil dan tiga perwira militer.

Sison menolak rencana itu dengan mengatakan Duterte bertekad membentuk "panel perang" karena ingin menambah jumlah perwakilan militer dalam tim perundingan.

Sison juga memperkirakan panel baru akan menuntut penyerahan anggota NPA.

Namun, Panelo menyatakan pemerintah Filipina akan mengabaikan kritik dari Sison.

Konflik antara pemerintah dan NPA telah berlangsung sejak 1968 dan telah menewaskan lebih dari 40.000 jiwa.

Perundingan damai antara pasukan pemerintah dengan Partai Komunis Filipina terhambat menyusul serangkaian serangan pemberontak terhadap pasukan keamanan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA