Duterte desak warga Moro eksploitasi sumber daya alamnya sendiri

Berbicara di Lanao de Sur, Duterte mengingatkan orang-orang Moro soal ratifikasi BOL yang merupakan komitmennya untuk menghentikan ketidakadilan historis di Filipina selatan

Duterte desak warga Moro eksploitasi sumber daya alamnya sendiri

JAKARTA

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mendesak warga Moro mengeksploitasi sumber daya mereka dan mengambil keuntungan dari berdirinya Daerah Otonomi Bangsamoro baru di Muslim Mindanao (BARMM) sebagaimana amanat Undang-Undang Organik Bangsamoro (BOL), lansir Philippine News Agency pada Kamis.

Berbicara di Lanao de Sur, Duterte mengingatkan orang-orang Moro soal ratifikasi BOL yang merupakan komitmennya untuk menghentikan ketidakadilan historis di Filipina selatan.

“Sekarang setelah Anda memiliki BOL, saya jamin Anda memanfaatkan sumber daya Anda,” kata Duterte, dalam pidatonya.

Duterte mengatakan pendiri Front Pembebasan Nasional (MNLF) Moro dan mantan Gubernur ARMM Nur Misuari bersedia membantu mengeksploitasi sumber daya BARMM.

“Jika Anda ingin memperluas BOL, perluas lah,” kata dia.

Duterte juga mengingatkan orang-orang Moro bahwa rawa Liguasan Marsh yang berada di lembah Sungai Mindanao adalah milik warga Moro.

Berdasarkan laporan, Liguasan Marsh mengandung minyak yang melimpah.

“Saya katakan tidak ada yang akan mengganggu Liguasan Marsh, itu milikmu. Itu adalah komitmen saya kepada Anda,” tukas Duterte.

Duterte juga bersumpah untuk menyelesaikan permasalahan gaji pejabat pemerintah BARMM yang tertunda.

Undang-Undang Organik Bangsamoro (BOL) secara resmi disahkan pada 25 Januari 2019 usai masyarakat Filipina selatan menggelar plebisit atau referendum.

Berdasarkan hasil penghitungan, sebanyak 1.540.017 orang memilih ‘ya’ untuk meratifikasi BOL. Sedangkan, 198.750 memilih ‘tidak’.

Artinya, sebanyak 88,5 persen pemegang hak suara menyetujui penerapan wilayah otonomi yang komprehensif kepada Muslim Moro dan mengakhiri konflik selama beberapa dekade dengan pemerintah Filipina.

BARMM terdiri dari provinsi Maguindanao, Lanao del Sur, Basilan, Sulu dan Tawi-Tawi, kota Marawi, Lamitan, dan Cotabato, serta 63 desa di provinsi Cotabato Utara.

Dalam pemerintahannya, BARMM akan memiliki sistem peradilan sendiri, otonomi dalam fiskal, dan cakupan wilayah yang lebih luas.

“Untuk orang-orang BARMM yang belum mendapatkan gaji, saya akan menyelesaikannnya ketika kembali,” kata Duterte.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA