Duterte buka peluang beli senjata dari AS

Transaksi dengan AS akan memberikan pilihan senjata lebih banyak untuk program modernisasi Angkatan Bersenjata Filipina

Duterte buka peluang beli senjata dari AS

JAKARTA 

Presiden Rodrigo Duterte membuka peluang untuk membeli peralatan pertahanan dari Amerika Serikat, lansir Inquirer pada Senin.

Berbicara dalam sebuah wawancara televisi di Davao City, Duterte mengatakan mempertimbangkan membeli beberapa jenis perangkat keras militer AS karena adanya kebijakan baru dari negara itu.

"Dalam pembelian senjata, kita punya pengalaman buruk. Tapi mereka punya kebijakan baru sekarang. Kita akan mempertimbangkan kembali," kata Duterte.

Kementerian Pertahanan Filipina langsung menyambut keputusan Duterte tersebut.

Mereka mengatakan transaksi dengan AS akan memberikan pilihan senjata lebih banyak untuk program modernisasi Angkatan Bersenjata Filipina.

“Kami sekarang dapat membuat pilihan yang lebih baik. Kami dapat melanjutkan pengadaan pada saluran pipa," kata Arsenio Andolong, juru bicara Kementerian Pertahanan.

Angkatan Udara Filipina tahun lalu merekomendasikan helikopter serang Lockheed Martin Sikorsky "Black Hawk" buatan AS untuk menggantikan Canadian Bell 412 EPI.

Kanada membatalkan kesepakatan senilai USD240 juta karena khawatir helikopter buatannya digunakan untuk serangan militer ketimbang untuk kepentingan transportasi dan bantuan kemanusiaan.

Januari lalu, Duterte mengatakan tidak akan lagi membeli senjata dari Amerika Serikat karena ancaman negeri Paman Sam untuk menjatuhkan sanksi kepada negara yang membeli peralatan militer dari China dan Rusia.

Keputusannya diambil setelah legislator AS menghentikan penjualan senapan serbu ke Kepolisian Filipina karena senjata itu khawatir digunakan untuk membunuh para tersangka dalam perang melawan narkoba.

Duterte juga mempertimbangkan membeli peralatan militer dari Korea Selatan dan Israel.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA