Budha Rakhine minta militer tarik diri dari pagoda kuno

Sekitar 100 tentara Tatmadaw telah dikerahkan di dekat pagoda kuno

Budha Rakhine minta militer tarik diri dari pagoda kuno

Para pemimpin Budha meminta pemerintah Myanmar menarik tentara Tatmadaw (militer) yang berdekatan dengan pagoda kuno di Negara Bagian Rakhine.

U Tay Zaw Bar Tha, ketua kotapraja Buthidaung, telah menyurati para pejabat untuk tidak mengizinkan pasukan mendirikan kamp militer di dekat pagoda Thone Sal Ta Bone yang bersejarah di desa San Goe Htaung.

"Menyebar para tentara di tanah agama dan menembakkan artileri dapat merusak pagoda kuno," kata dia.

Para warga di Desa San Goe Htaung telah mengungsi akibat petempuran kelompok pemberontak Arakan Army dengan militer Myanmar.

Para pemimpin agama mengatakan militer tidak boleh menempatkan pasukan di dekat desa Ngwar Yone Taung dan Oo Yin Thar.

Sekitar 100 tentara Tatmadaw telah dikerahkan di dekat pagoda kuno.

Kolonel Win Zaw Oo dari Komando Barat beralasan pengerahan pasukan dilakukan untuk melindungi rakyat dan demi alasan keamanan.

"Pasukan kita tidak berada di kompleks [Pagoda]," kata dia. "Jika kita tidak mengerahkan pasukan ke daerah itu, semua orang akan terbunuh.”

Kelompok Arakan Army tinggal di antara para pengungsi di dekat tempat itu, tambah dia.

Namun Daw Khin Than, ketua Konservasi Warisan Budaya Mrauk-U, mengatakan sejumlah pagoda dan bangunan keagamaan di Mrauk-U telah rusak akibat perang.

"Pagoda rusak parah oleh peluru artileri," kata dia. "Kami khawatir kami akan terbunuh ... jika kami mencoba memeriksa kerusakannya."

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA