BreadTalk didenda akibat buang limbah secara ilegal

Perusahaan pembuat roti dan makanan BreadTalk didenda total 16.300 dolar Singapura atau sekitar Rp170 juta

BreadTalk didenda akibat buang limbah secara ilegal

JAKARTA

Badan Air Nasional Singapura (PUB) menyatakan sebanyak 38 perusahaan, termasuk BreadTalk, telah dituntut karena membuang limbah secara ilegal atau limbah cair ke saluran pembuangan umum, lansir Channel News Asia pada Senin.

Perusahaan-perusahaan tersebut terbukti melakukan pembuangan limbah ilegal antara Juni 2018 dan Mei 2019.

Perusahaan pembuat roti dan makanan BreadTalk didenda total 16.300 dolar Singapura atau sekitar Rp170 juta.

BreadTalk terbukti melakukan akibat pembuangan limbah berbahan kimia melebihi batas konsentrasi yang diperbolehkan ke dalam saluran pembuangan umum pada Juni 2016 dan April 2017.

Denda untuk BreadTalk adalah yang tertinggi di antara 38 perusahaan.

"Limbah yang dibuang secara ilegal ke saluran pembuangan umum menimbulkan risiko besar bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan," kata PUB.

PUB mendapati pelanggaran-pelanggaran ini saat melakukan inspeksi dan pengawasan terhadap sistem pembuangan limbah umum.

Tat Seng Packaging Group, perusahaan percetakan dan pengemasan, didenda 14.100 dolar Singapura karena membuang limbah berbahan kimia dan logam sebanyak tiga kali pada Juni 2016, Desember 2017 dan Maret 2018.

"PUB melakukan pengawasan terhadap lokasi pekerjaan dan industri melalui inspeksi rutin,” kata PUB.

Di bawah aturan Sewerage dan Drainage, pembuangan limbah cair ilegal mendapatkan denda hingga 50.000 dolar Singapura untuk pelanggaran pertama dan denda maksimum 100.000 dolar Singapura untuk pelanggaran selanjutnya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA