Biksu Myanmar demonstrasi tuntut berakhirnya perang militer dan pemberontak

Pemimpin aksi U Sanda Wara mengatakan para demonstran turun ke jalan karena tak mendapatkan respons dari pemerintah atas tuntutan mereka

Biksu Myanmar demonstrasi tuntut berakhirnya perang militer dan pemberontak

JAKARTA 

Ribuan orang, termasuk para biksu, melakukan demonstrasi di kota Sittwe, Rakhine untuk menyerukan diakhirinya perang antara Tatmadaw (militer) dan kelompok pemberontak Budha Arakan Army, lansir Myanmar Times pada Senin.

Para demonstran mendesak pemerintah Myanmar betanggung jawab atas pengungsi dan memberikan akses bagi LSM lokal dan internasional untuk membantu warga sipil.

Pemimpin aksi U Sanda Wara mengatakan para demonstran turun ke jalan karena tak mendapatkan respons dari pemerintah atas tuntutan mereka.

Sebelumnya para biksu senior telah mengirim surat kepada presiden, penasehat negara, dan para jenderal mengenai ketegangan berkelanjutan atas perang melawan Arakan Army.

“Setiap pemimpin yang mencintai bangsa ini harus mempertimbangkan untuk mengakhiri perang di Rakhine,” kata U Sanda Wara.

Para demonstran mengaku tak akan mundur dan akan tetap mendesak pemerintah menyerap aspirasi mereka agar situasi di Rakhine stabil.

“Kami akan terus menuntut diakhirinya pertempuran dan dimulainya pembicaraan damai,” kata U Kyan Chay, seorang demonstran.

Bentrokan bersenjata meningkat di Rakhine, terutama di bagian utara, sejak Maret tahun lalu ketika Arakan Army terlibat bentrok dengan militer Myanmar.

Hampir 10.000 orang, sebagian besar beragama Buddha Rakhine, melarikan diri dari rumah sejak militer melancarkan serangan.

Arakan Army sebelumnya berperang melawan pasukan pemerintah di negara bagian Kachin utara dan negara bagian Shan di timur laut.

Gabungan LSM internasional mendesak Myanmar memberikan akses kemanusiaan untuk membantu warga sipil di Rakhine.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA