Berkunjung ke Rusia, Duterte tegaskan independensi Filipina

Duterte mengatakan kedua negara telah sepakat memperluas dan memperdalam semua bidang kerja sama, termasuk keamanan dan pertahanan

Berkunjung ke Rusia, Duterte tegaskan independensi Filipina

Presiden Filipina Duterte, Minggu, memulai kunjungan lima hari ke Rusia, sebuah kunjungan yang menurutnya membuktikan independensi kebijakan luar negeri Filipina.

Dalam kunjungan kedua ke Rusia ini, Duterte menegaskan kembali bahwa “Manila mempunyai komitmen kemitraan yang kuat dan komprehensif" dengan Moskow, "dengan saling menghormati, percaya, dan pragmatisme."

"Kunjungan ini menghasilkan momentum yang lebih besar untuk hubungan Filipina-Rusia. Ini penting untuk menyeimbangkan kembali kebijakan luar negeri Filipina yang mandiri, imbang dan lincah secara diplomatik," kata Presiden Duterte, dalam pidato yang disampaikan di Bandara Internasional Francisco Bangoy di Kota Davao.

“Kunjungan ini akan membuat Filipina bisa mewujudkan kehidupan yang stabil, nyaman dan aman. Itulah visi saya dan saya terikat untuk melakukan segalanya agar bisa mencapainya," tambah dia.

Duterte mengatakan kedua negara telah sepakat memperluas dan memperdalam semua bidang kerja sama, termasuk keamanan dan pertahanan, perdagangan dan investasi, pertanian, energi, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan pertukaran sosial-budaya.

Filipina dan Rusia juga menandatangani perjanjian kerja sama bilateral tentang penggunaan energi, penelitian ilmiah, kesehatan, budaya dan konsultasi kebijakan luar negeri secara damai - bidang-bidang yang menurut Duterte penting untuk mengamankan kepentingan strategis Filipina.

Salah satu perjanjian adalah kesepakatan tentang kemungkinan kerja sama dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Duterte tidak dapat memberikan pernyataan kebijakan yang pasti tentang masalah ini, menurut dia hal itu memerlukan konsultasi dengan kabinet.

Dia mengatakan bahwa pemerintahannya akan mengadopsi proposal yang menguntungkan kepentingan pemerintah.

"Kepentingan publik harus menjadi aturan," kata Duterte.

Duterte juga menandatangani kerja sama bisnis senilai lebih dari 620 juta peso.

"Ini baru permulaan. Cakrawala lebar. Ada ruang untuk pertumbuhan yang signifikan," tambahnya.

Duterte mengatakan Rusia baru-baru ini mengakreditasi dua perusahaan perikanan Filipina tambahan, sehingga memungkinkannya mengekspor produk ke Moskow dan blok pasar Eurasia yang lebih besar.

Di Rusia Duterte akan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin dan Perdana Menteri Dmitry Medvedev. Kemudian menghadiri Forum Diskusi Valdai dengan Putin dan Pemimpin Yordania, Azerbaijan dan Kazakhstan.

Setelah itu mengunjungi ke Institut Hubungan Internasional Moskow, yang memberinya gelar doktor dan Forum Bisnis Filipina-Rusia.

Duterte mengakhiri pertemuan dengan komunitas Filipina di Rusia, dimungkinkan untuk meratifikasi masalah pekerja migran yang bermasalah soal visa.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA