ASEAN Plus Three jadi jangkar stabilitas dan kesejahteraan kawasan

ASEAN Plus Three (APT) telah tumbuh menjadi sebuah mekanisme solid di kawasan dalam menghadapi berbagai tantangan

ASEAN Plus Three jadi jangkar stabilitas dan kesejahteraan kawasan

Indonesia mengatakan ASEAN Plus Three (Korea Selatan, China, dan Jepang) merupakan jangkar dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan di kawasan.

Presiden Joko Widodo mengatakan setelah lebih dari dua dekade, ASEAN Plus Three (APT) telah tumbuh menjadi sebuah mekanisme solid di kawasan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Menurut Presiden, tantangan tersebut antara lain mulai dari mekanisme penguatan cadangan devisa, ketahanan pangan, mekanisme respons tanggap darurat bencana, hingga deteksi awal krisis ekonomi.

Presiden menyampaikan pandangan tersebut dalam KTT ke-22 ASEAN Plus Three di Bangkok, Senin.

Presiden Jokowi -sapaan Joko Widodo- mengatakan tantangan yang dihadapi kawasan akan semakin besar serta rivalitas geopolitik dan geoekonomi semakin meruncing.

Lebih lanjut Presiden Jokowi mengingatkan bahwa tantangan keamanan tradisional dan non-tradisional semakin meningkat.

“Ancaman resesi ekonomi menghantui negara di kawasan. Situasi tersebut diperparah dengan meningkatnya proteksionisme dan ketidakpastian penyelesaian perang dagang,” ucap Presiden Jokowi.

Untuk menyikapi dinamika tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan dua hal, yaitu pentingnya memperkuat saling percaya (strategic trust) dan pentingnya solidaritas dalam menghadapi bencana.

Presiden Jokowi berharap agar soliditas negara APT diperkuat untuk memperkuat saling percaya (strategic trust),

“Strategic Trust harus dikokohkan, rasa saling percaya harus terus dipupuk, dialog harus terus dikedepankan,” imbuh Presiden.

Presiden Jokowi juga mengingatkan jika strategic trust melemah, maka kekuatan kawasan serta stabilitas keamanan, perdamaian, dan kemakmuran akan goyah dan dipertaruhkan.

Sementara itu, Presiden juga menganggap solidaritas dalam menghadapi bencana juga sangat penting karena kawasan Asia Timur menghadapi tantangan yang sama, yaitu rentan terhadap bencana alam.

Bahkan kerugian akibat bencana di kawasan seperti pada tahun 2016 tercatat sebesar USD91 miliar.

“Dalam hal ini, saya tegaskan kembali pentingnya bersinergi memperkuat ketahanan finansial menghadapi bencana, termasuk dengan mengembangkan pembiayaan dan asuransi untuk risiko bencana,” tegas Presiden Jokowi.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi menyambut baik inisiatif pembiayaan risiko bencana dan upaya pemulihan cepat pascabencana melalui Fasilitas Asuransi Risiko Bencana Asia Tenggara (SEADRIF)

“Saya mengajak semua negara APT untuk berkontribusi dalam mengembangkan dan memperkuat mekanisme ini,” kata Presiden Jokowi.

Selain dihadiri pemimpin negara-negara ASEAN, KTT APT ini dihadiri oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, dan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA