AS sambut baik pembebasan 2 wartawan Reuters di Myanmar

Kedua jurnalis itu termasuk di antara 6.520 tahanan yang dibebaskan pada Selasa, di bawah pengampunan putaran ketiga Presiden Myanmar Win Myint

AS sambut baik pembebasan 2 wartawan Reuters di Myanmar

WASHINGTON

Amerika Serikat menyambut keputusan Myanmar untuk membebaskan dua wartawan Reuters yang telah dipenjara selama lebih dari 500 hari karena menyelidiki pembunuhan 10 orang Rohingya di Rakhine, Myanmar, pada 2017. 

Wa Lone, 32, dan Kyaw Soe Oo, 28, yang ditahan sejak Desember 2017, masing-masing dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara pada September lalu karena dugaan pelanggaran hukum era kolonial.

"Amerika Serikat menyambut baik keputusan Burma untuk membebaskan jurnalis @Reuters, Wa Lone & Kyaw Soe Oo dan memperbolehkan mereka untuk kembali ke keluarga mereka setelah ditahan selama lebih dari 500 hari," kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, lewat Twitter.

"Kami mengharapkan pembebasan wartawan lain yang dipenjara dan kebebasan berekspresi yang lebih besar di Burma," tambah dia.

Kedua jurnalis itu termasuk di antara 6.520 tahanan yang dibebaskan pada Selasa, di bawah pengampunan putaran ketiga Presiden Myanmar Win Myint dalam rangka perayaan Tahun Baru yang dimulai pada 17 April.

"Saya sangat senang bisa bersatu kembali dengan keluarga saya," ujar Wa Lone, setelah dibebaskan.



TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA