Analis: Daesh berpotensi serang Malaysia akibat konflik ras

Sebanyak empat pria, termasuk seorang warga negara Indonesia, ditangkap kepolisian Malaysia pada awal Mei atas tuduhan berencana melancarkan teror di Kuala Lumpur

Analis: Daesh berpotensi serang Malaysia akibat konflik ras

JAKARTA

Analis mengingatkan Malaysia atas potensi serangan kelompok teror Daesh menyusul kematian petugas pemadam kebakaran Muhammad Adib dalam kerusuhan kuil Seafield, lansir Malay Mail pada Selasa.

Muhammad Adib dipukuli sejumlah orang saat terjadi kerusuhan di dekat Kuil Sri Maha Mariamman, Sanfield, Subang Jaya, pada 27 November lalu.

Kerusuhan dipicu oleh penolakan rencana relokasi kuil Hindu tersebut.

Akademisi International Islamic University Malaysia (IIUM) Ahmad El-Muhammad mengatakan penangkapan keempat anggota Daesh yang ingin melakukan balasan kepada non-Muslim adalah kondisi mengkhawatirkan.

“Keterlibatan orang asing dalam isu lokal menunjukkan kemampuan Daesh untuk mengeksploitasi masalah orang asing dan lokal untuk menyebarkan ideologi mereka,” kata Ahmad.

Ahmad mengatakan ini adalah tren baru di Malaysia yang berpotensi memunculkan bahaya keamanan.

“Daesh dapat memanfaatkan persepsi bahwa Islam berada di bawah ancaman di Malaysia," kata Ahmad.

Ahmad mengatakan kemungkinan ada lebih banyak sel Daesh di Malaysia yang beroperasi di luar pengetahuan polisi.

Dia juga menyarankan pemerintah untuk secara proaktif menyelesaikan masalah ras dan agama.

“Ciptakan narasi persatuan, harmoni, dan koeksistensi. Atur lebih banyak dialog antar agama,” jelas Ahmad.

Dia menambahkan pemerintah harus lebih banyak mengalokasikan keuangan untuk program-program pemberantasan ekstremisme dan terorisme.

Sebanyak empat pria, termasuk seorang warga negara Indonesia, ditangkap kepolisian Malaysia pada awal Mei atas tuduhan berencana melancarkan teror di Kuala Lumpur pada pekan pertama Ramadan.

Keempat pria itu, menurut kepolisian Malaysia, merupakan simpatisan Daesh dan menjadi bagian dari kelompok "wolf pack" (gerombolan serigala).

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA