37 juta warga Myanmar akan ikut pemilu tahun depan

Jumlah ini 3 juta lebih banyak ketimbang pemilu sebelumnya

37 juta warga Myanmar akan ikut pemilu tahun depan

Jumlah pemilih Myanmar yang memenuhi syarat dalam pemilu tahun 2020 mencapai lebih dari 37 juta, tiga juta lebih banyak ketimbang pemilihan sebelumnya.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (UEC) Myanmar U Myint Naing mengatakan jumlah itu belum termasuk lima kota otonomi di Negara Bagian Shan.

“Myanmar memiliki lebih dari 26 juta perempuan dan 24 juta laki-laki,” ujar dia, seperti dikutip Myanmar Times.

UEC, ujar Naing, telah menyerahkan hasil amandemen yang memungkinkan pemindahan tempat pemungutan suara dari pangkalan militer kepada Pyithu Hluttaw (Majelis Rendah).

“Jika tak ada keberatan, dalam 90 hari akan disetujui,” kata dia.

Perubahan aturan yang memungkinkan TPS militer bergerak ke luar kamp itu, lanjut Naing, bertujuan agar pemilu transparan.

Pada pemilihan umum 2015, ada 891 TPS militer di kamp-kamp militer.

UEC memperkirakan biaya pemilihan umum tahun depan sebesar K50 miliar atau USD33,12 juta.

Sejumlah pihak menuntut pembatasan dana kampanye, namun jumlah itu tak berubah, karena ada banyak partai politik yang memiliki sumber daya keuangan terbatas.

Sedang tanggal pemilihan, hingga saat ini belum ditentukan.

Sebagai catatan, 2010 dan 2015 lalu, pemilihan umum digelar pada November.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA