16 jenazah warga Vietnam yang tewas di Inggris tiba di Hanoi

Kerabat yang menunggu dengan cemas segera menyambut 16 jenazah itu dan mengangkutnya menuju wilayah asal masing-masing

16 jenazah warga Vietnam yang tewas di Inggris tiba di Hanoi

Enam belas dari 39 warga Vietnam yang tewas di Inggris pada bulan lalu tiba pagi ini di Hanoi.

Dari London, seluruh jenazah diterbangkan menggunakan maskapai komersial Vietnam Airlines, kutip Channel News Asia.

Petugas dan kerabat yang menunggu dengan cemas segera menyambut 16 jenazah tersebut, kemudian mengangkutnya menuju provinsi asal masing-masing di Vietnam bagian tengah.

“Kami menunggu amat lama. Setelah ini kami akan mengurus pemakaman,” ujar Vo Van Binh, ayah Vo Van Linh, salah satu korban.

Vo Van Binh mengatakan dia amat sedih tapi sekaligus bahagia karena putranya telah kembali.

Keluarga besarnya sudah berkumpul di Provinsi Ha Tinh tengah dan menunggu kedatangan jenazah Linh.

Seluruh jenazah berasal dari tiga provinsi, yaitu Nghe An, Ha Tinh dan Quang Binh.

Sementara 23 jenazah lainnya, akan dikembalikan ke Vietnam dalam waktu dekat.

Pada 23 Oktober lalu, polisi menemukan 31 mayat di dalam truk berpendingin di sebuah wilayah industri di Essex, timur London.

Keluarga disodorkan dua pilihan biaya besar agar jenasah itu bisa kembali, USD1.774 jika dalam bentuk abu, atau USD 2.858 untuk biaya peti mati.

Sejumlah keluarga mengaku harus berhutang untuk membiayai perjalanan kembali anak-anak mereka itu dan tak tahu bagaimana melunasinya.

Otoritas Vietnam merekomendasikan agar keluarga memilih abu jenazah, demi memastikan kecepatan, biaya rendah dan keamanan sanitasi.

Meski begitu, mayoritas keluarga korban terpaksa memilih biaya lebih besar agar dapat menguburkan anak-anaknya.

Kremasi jenazah belum lazim di wilayah itu.

Tragedi itu mengungkapkan bahaya migrasi ilegal dari Vietnam ke Inggris.

Bulan lalu, beberapa dari korban harus membayar ribuan dolar ke makelar yang menjanjikan bahwa truk adalah pilihan aman untuk bermigrasi ke Inggris.

Senin lalu, pengemudi truk Irlandia Utara, Maurice Robinson yang berusia 25 tahun, mengaku bersalah berkonspirasi untuk membantu imigrasi ilegal.

Dia juga mengaku memperoleh uang tunai yang berasal dari tindak pidana, tetapi tidak mengaku bersalah atas 41 tuduhan lain yang ditujukan kepadanya.

Sejumlah orang lainnya ditangkap di Inggris atas insiden tersebut.

Sementara Vietnam menahan sedikitnya 10 orang, meskipun belum ada yang secara resmi didakwa.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA