Izin Usaha Keramba Jaring Apung di Purwakarta Distop

Izin sektor usaha Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Ir. H. Djuanda Jatiluhur Kabupaten Purawakarta Jawa Barat, yang habis per Desember 2016, dipastikan tidak akan diperpanjang. Kebijakan tersebut dilakukan karena limbah pakan ikan dari produksi usaha

Izin Usaha Keramba Jaring Apung di Purwakarta Distop

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Izin sektor usaha Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Ir. H. Djuanda Jatiluhur Kabupaten Purawakarta Jawa Barat, yang habis per Desember 2016, dipastikan tidak akan diperpanjang. Kebijakan tersebut dilakukan karena limbah pakan ikan dari produksi usaha peternakan ikat mengganggu kinerja turbin pembangkit listrik di danau tersebut. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjelaskan, limbah tersebut tidak hanya berpengaruh pada kinerja turbin. "Pemerintah Kabupaten Purwakarta harus mengeluarkan dana sekitar Rp1,5 Miliar melalui Perusahaan Daerah Air Minum untuk melakukan pemurnian air sebelum dialirkan kepada seluruh konsumen," ungkap Dedi dalam keterangan persnya, Senin (7/11/2016). Menurutnya, efek limbah ini turut mengggangu kualitas air dan merugikan masyarakat sekitar. Oleh karenanya, Dedi menegaskan, izin usaha di danau tersebut tidak diperpanjang. “Efek limbah ini sangat merugikan, turbin terganggu, terus kemudian air menjadi tidak higienis, kami selaku pemerintah daerah tidak akan memperpanjang izin usaha KJA di Waduk Jatiluhur. Akhir Desember ini kan habis,” katanya. Dedi menilai, Idealnya, Keramba Jaring Apung di Waduk Jatiluhur harus berjumlah 4 ribu titik. pembatasan ini penting untuk menjaga kualitas air dari waduk. Namun, menurut Dedi, fakta di lapangan, Waduk Jatiluhur saat ini menanggung beban sebanyak 23 ribu KJA yang mengakibatkan ekosistem tidak seimbang. (Adi/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA