Yeni: Kalau Papa dan Mama Masih Hidup, Mereka Pasti Senang Saya Diterima di Kedokteran

Ini kisah haru gadis yatim piatu, Neneng Yeni, warga Dusun Depok Desa Sukajadi Kecamatan Sadananya, Kabupatem Ciamis. Ia lolos program bidik misi masuk Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaram (Unpad) tahun kuliah 2014. Kelulusanya ini menjadi pintu p

Yeni: Kalau Papa dan Mama Masih Hidup, Mereka Pasti Senang Saya Diterima di Kedokteran

Oleh: Deni Hamdani CIAMIS,FOKUSJabar.com: Ini kisah haru gadis yatim piatu, Neneng Yeni, warga Dusun Depok Desa Sukajadi Kecamatan Sadananya, Kabupatem Ciamis. Ia lolos program bidik misi masuk Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaram (Unpad) tahun kuliah 2014. Kelulusanya ini menjadi pintu pembuka jalan untuk meraih cita-citanya dan harapan kedua orangtuanya yang sudah almarhum. Kisah duka, Neneng Yeni, terjadi di tahun 2009, saat harus kehilangan ayahanda tercintanya karena kecelakaan lalu lintas. Pada tahun itu, kedua orangtua Yeni meninggal bersusulan. Saat itu, Yeni duduk di kelas dua SMP, ayahnya Nandang, meninggal lebih dulu karena kecelakaan maut. Belum bisa terbebas dari duka kehilangan sang ayah, di tahun yang sama ibunya Entin Kartini, yang menderita kanker otak, menemui azalnya. Yeni mengalami peristiwa bathin yang menyesakkan. Apalagi ia anak tunggal keluarga Nandang. Ada keinginan orangtua yang terekam kuat dalam ingatan Yeni, yaitu orangtuanya pernah menyampaikan keinginan menjadikan anaknya sebagai dokter. Keinginan itu kemudian menjadi cita-cita  Yeni. Dalam situasi di bawah tekanan ekonomi, hidup tanpa orangtua,  Yeni menggapai cita-citanya itu menjadi tanda tanya besar. Apakah ia mampu memenuhi keinginan orang tua yang menjadi cita-citanya itu. Hari-hari terus merayap membibing Yeni menjadi gadis yang tegar tanpa kehadiran orangtua. Ia melalui jenjang pendidikannya di SMP dengan mulus, bahkan diterima di sekolah favorit SMA 1 Ciamis dengan beasiswa siswa berprestasi dari komite sekolah SMA 1 Ciamis. Masih diberi kesempatan untuk melanjutkan sekolah ke SMA dengan derma dari Komite Sekolah SMAN 1 Ciamis. Dia mendapat bea siswa prestasi. Ini tidak disia-siakanya. Dalam perjalanan di SMAN 1, Yeni beberapakali mengharumkan nama baik almamater melalui beberapa penghargaan lomba karya tulis, tingkat kabupaten, provinisi bahkan nasional. Sebuah karya tulis yang mengantarkan Yeni sebagai juara berjudul Permen Daun Bambu. Prestasi akademik pun tak kalah baik, ia menjadi lulusan terbaik di kelas dalam kelulusan SMAN 1 Ciamis tahun 2014. Dan satu pintu menuju jalan mencapai cita-citanya itu mulai terbuka. “Alhamdulillah, saya lulus dalam test Bidikmisi untuk Fakultas Kedokteran Unpad Bandung. Ini menjadi awal, saya menggapai cita-cita saya, yang menjadi kenginan almarhum orangtua," ungkap Yeni, dengan suara agak parau dan mata berkaca, seusai mengikuti pelepasan kelulusan SMAN 1 Ciamis Tahun 2014, di gedung Islamic Centre, Kamis (29/5). Meski belum menjadi Dokter, tetapi  Yeni, cukup bangga, bisa membuka satu pintu dari beberapa pintu yang lain yang harus ia buka, menggapai cita-citanya itu. “Kalau mama sama papa masih hidup, dia pasti akan senang, saya bisa masuk fakultas kedokteran, “ kata Yeni. Yeni akan terus menjaga semangatnya. Semangat yang dibakar orangtuanya, semangat yang terus terjaga ditengah-tengah himpitan hidupnya. Kelak, ia berziarah ke makam kedua orangtuanya tak sekadar untuk berdo’a, tetapi mempersembahkan toga sebagai lulusan kedokteran Unpad Bandung.(Adr)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA