Ya Ampun, Pengrajin Payung Geulis Kini Tersisa 10 Orang

Pengrajin Payung Geulis di Kota Tasikmalaya kini hanya tersisa 10 orang, padahal Payung Geulis telah menjadi Ikon Kota Tasikmalaya. Melihat hal tersebut, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman berharap para pengrajin dapat mengembangkan dan menjaga prod

Ya Ampun, Pengrajin Payung Geulis Kini Tersisa 10 Orang

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.com : Pengrajin Payung Geulis di Kota Tasikmalaya kini hanya tersisa 10 orang, padahal Payung Geulis telah menjadi Ikon Kota Tasikmalaya. Melihat hal tersebut, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman berharap para pengrajin dapat mengembangkan dan menjaga produktifitas kerajinannya. "Payung Geulis merupakan ikon logo Pemerintahan Kota Tasikmalaya, namun pengrajinnya tersisa 10 orang, padahal dari dulu payung geulis sudah menjadi kebutuhan kaum ibu-ibu di Tasikmalaya," ungkap Budi  seusai hadiri acara Raker Deskranasda di Aula Pemkot, Jalan Letnan Harun, Rabu (16/9/2015). [caption id="attachment_164681" align="aligncenter" width="735"] Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman saat menghadiri Raker Deskranasda Kota Tasikmalaya di Aula Bale Kota. (Foto : Nanang Yudi)[/caption] Tidak hanya Payung Geulis, Budiman juga berharap para pengrajin Kelom Geulis, Bordir dan lainnya untuk tetap menjaga produktifitas kerajinan sebagai budaya warisan para leluhur Kota Tasikmalaya. "Kan terlihat lebih keren bila para generasi muda memakai payung geulis. Oleh karena itu, para pengrajin ini harus mampu memproduksi juga bisa memasarkan produk-produk kerajinannya di Kota Tasikmalaya," katanya. Budiman juga berharap Deskranasda Kota Tasikmalaya bisa  memotivasi para pengrajin agar mampu berinovasi dan selalu kreatif dalam membuat produk-produk kerajinannya. "Kami berharap Deskranasda bisa mempermudah para pengrajin untuk lebih meningkatkan produksi serta pemasaran, yang intinya pemasaran," pungkasnya. (Nanang Yudi/Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA