Wabup Garut: Dua Abad Garut Sepi, Tapi Rakyat Tetap Bersatu

Tinggal satu hari lagi rakyat Garut memperingati hari jadi garut yang ke 200 (dua abad), tepatnya Sabtu besok (16 2). Namun tidak tampak kemeriahan di seluruh pelosok garut, hanya umbul umbul dan beberapa spanduk yang terlihat di pusat kota. Bahkan di b

Wabup Garut: Dua Abad Garut Sepi, Tapi Rakyat Tetap Bersatu

Oleh : Deni Rinjani GARUT,FOKUSJabar.com : Tinggal satu hari lagi rakyat Garut memperingati hari jadi garut yang ke 200 (dua abad), tepatnya Sabtu besok (16/2). Namun tidak tampak kemeriahan di seluruh pelosok garut, hanya umbul-umbul dan beberapa spanduk yang terlihat di pusat kota. Bahkan di beberapa instansi pemerintah pun hanya terlihat beberapa bendera dan spanduk, tidak meriah seolah-olah tidak ada perayaan apa-apa. [caption id="attachment_27067" align="aligncenter" width="460"] Wakil Bupati Garut (tengah) saat berziarah ke makam bupati garut pertama(Foto Deni Rinjani)[/caption]   Wakil Bupati Garut, Agus Hamdani, saat ditemui Fokusjabar.com, usai ziarah ke makam Bupati Garut pertama , RAA Adiwijaya di pemakaman Cipejeuh, Garut, Jum’at (15/2), mengatakan dirinya baru pertama kali berziarah ke makam Bupati Garut pertama  setelah menjadi wakil Bupati Garut. "Ada nuansa yang berbeda sangat hikmat dan penuh makna, ujarnya. Mengenai sepinya perayaan dia mengatakan disebabkan keterbatasan anggaran juga. Di sisi lain, merayakan hari jadi Garut ini tidak perlu berlebihan, apalagi puncak acara ada di bulan April sampai Mei. "Ada gelar budaya, musik, domba catwalk, dan atraksi lainnya yang dapat disaksikan masyarakat Garut," ungkapnya. Disinggung kondisi politik Garut saat ini, Agus mengatakan iklim politik mungkin membuat perayaan tak semeriah tahun lalu. "Mungkin salah satunya juga, yah, kalian juga pada tahu kan yang menimpa  garut saat ini. Saya hanya menghimbau masyarakat tetap bersatu, apalagi Garut sudah semakin tua usianya, minimal kita sebagai masyarakat dewasa dan terus berjuang demi pembangunan," pungkasnya. (MSU)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA