Untuk Sampai ke Kota Kecamatan, Warga Mesti Turun ke Sungai

Oleh Agus Somantri GARUT, FOKUSJABAR.COM Untuk bisa sampai ke kota kecamatan, sedikitnya warga dari lima desa di Kecamatan Cibalong, Garut Sealatan, harus terjun ke dasar sungai. Hal itu menyusul ambruknya jembatan penghubung utama di Kampung Bojongkomo

Untuk Sampai ke Kota Kecamatan, Warga Mesti Turun ke Sungai

Oleh Agus Somantri GARUT, FOKUSJABAR.COM- Untuk bisa sampai ke kota kecamatan, sedikitnya warga dari lima desa di Kecamatan Cibalong, Garut Sealatan, harus terjun ke dasar sungai. Hal itu menyusul ambruknya jembatan penghubung utama di Kampung Bojongkomo, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cibalong yang hingga saat ini masih belum diperbaiki. [caption id="attachment_41750" align="aligncenter" width="460"] Foto Ilustrasi(Foto: web)[/caption]   Menurut Camat Cibalong, Eli Suhaeli, jembatan tersebut ambruk Sabtu (11/5) sekitar pukul 00.00 WIB. Jembatan yang terdiri atas rangka baja dengan dasar jembatan dari kayu ini ambruk karena telah lapuk dimakan usia. "Tidak ada korban jiwa. Karen saat jembatan ambruk, tidak ada orang atau kendaraan yang melewatinya. Sebelumnya, jembatan ini menjuntai karena terlalu sering dilewati kendaraan pengangkut pasir. Sekarang sudah benar-benar ambruk dan tidak bisa digunakan sama sekali," ujar Eli, Senin (13/5). Jembatan tersebut memiliki panjang 26 meter dan lebar 4 meter. Jembatan jenis bailey ini digunakan oleh ribuan warga dari lima desa, yakni Desa Mekarwangi, Maroko, Simpang, Sagara, dan Najaten. Selama ini, jembatan tersebut digunakan warga untuk sarana transportasi dan jalur angkutan berbagai kebutuhan pokok dan hasil pertanian. Dikatakan Eli, untuk bisa menyeberang, warga masih bisa turun ke dasar sungai dan menelusuri jalan setapak di tebing pinggir sungai. Air sungai pun tidak terlalu deras, terlebih pada musim kemarau. Warga yang menggunakan kendaraan roda dua pun, masih bisa terjun langsung ke dasar sungai untuk menyeberang. Namun, bagi warga pengguna kendaraan roda empat harus mengambil jalan memutar sejauh 10-15 kilometer. Begitupun dengan para petani yang hendak menjual hasil pertaniannya dalam jumlah besar.  Dan jalan alternatif ini, ungkap Eli, kondisinya rusak parah dan harus menerobos perkebunan karet. "Personel Koramil selalu siaga membantu warga untuk menyeberangi sungai. Kami juga berencana membuat jembatan darurat sementara dari bambu. Jembatan ini memang akses yang sangat vital bagi warga," pungkas Eli. (wdj)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA