TNI Sergap Gabah Petani

Mendukung program Indonesia Swasembada Pangan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) terud melaksanakan pendampingan kepada petani. Ini merupakan bagian komitmen kami pada ketahanan pangan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kata Komandan Satgas

TNI Sergap Gabah Petani

BANJAR, FOKUSJabar.com: Mendukung program Indonesia Swasembada Pangan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) terud melaksanakan pendampingan kepada petani. "Ini merupakan bagian komitmen kami pada ketahanan pangan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), " kata Komandan Satgas Sergap (Serapan Gabah Petani) wilayah Korem Tarumanegara, Kolonel Infanteri A. Suryo, Selasa (26/7/2016) di Kota Banjar Jawa Barat. Langkah serius Indonesia untuk swasembada pangan benar diperlihatkan dengan melakukan berbagai startegi. Salah satunya penyerapan gabah dari petani pun menjadi bagian pekerjaan menyeluruh berbagai sektor termasuk TNI. “Tugas TNI adalah melaksanakan pendampingan pada petugas Bulog serta petani. Karena petugas Bulog terbatas sedangkan wilayah luas. Porsi kerja kami, melakukan pengawasan serta memberikan pemahaman pada para petani, untuk menjual gabahnya ke Bulog,” kata Suryo. Sejauh ini, kata Suryo, untuk wilayah di Jawa Barat para petani sudah hampir memahami untuk selalu berkoordinasi dengan para Babinsa di setiap desa. “Peranan Babinsa dalam memberikan informasi sangat ditekankan mengingat jumlah petugas Bulog sangat terbatas. Petani dapat menjual gabahnya langsung ke Bulog, di Banjar ini sudah terjalin baik. buktinya, Kota Banjar mampu surplus padi selama 6 bulan. Artinya sudah tidak dikhawatirkan untuk tidak kekurangan pangan,” terang dia. Di tempat yang sama, Wakil Sub Devisi Bulog Ciamis, Anwar Kurniawan menjelaskan, target  serapan padi di Kota Banjar yaitu, 12.744 ton. Dirinya mengklaim bahwa penyerapan gabah di Kota Banjar sudah terealisasi 100%. “Tertanggal 22 Juli 2016, serapan gabah di Banjar sudah 100%, dari target. Bahkan kita setiap hari mampu menyerap gabah hingga 300 ton/hari. Dan ini dari seluruh wilayah Banjar dan Ciamis selatan, karena gundangnya ada di Banjar, " papar Anwar. Anwar berharap, kedepan para petani bisa menjual gabah pada pihak Bulog, dan akan dibeli dengan harga standard Bulog. (Boip/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA