Tidak Tercantum Di DPT, Sejumlah Warga Perum Puri Gandasari Kecewa

Sejumlah warga di perumahan Puri Gandasari, Desa Mangkurakyat, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut mengeluhkan tidak adanya pendataan yang dilakukan petugas terhadap mereka. Akibatnya nama mereka tidak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemili

Tidak Tercantum Di DPT, Sejumlah Warga  Perum Puri Gandasari Kecewa

Oleh : Agus Somantri GARUT, FOKUSJabar.com : Sejumlah warga di perumahan Puri Gandasari, Desa Mangkurakyat, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut mengeluhkan tidak adanya pendataan yang dilakukan petugas terhadap mereka. Akibatnya nama mereka tidak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar yang akan diselenggarakan pada 24 Februari mendatang. "Kami merasa tak pernah didatangi petugas. Buktinya, tak ada stiker pendataan. Kami sangat kecewa terhadap para penyelenggara Pilgub Jabar kali ini," ujar Mansur Hidayat, salah seorang warga Perum Gandasari, Minggu (10/2). [caption id="attachment_19020" align="aligncenter" width="460"] (Foto: Hanif Nasution)[/caption]   Di perumahan tersebut sedikitnya terdapat 10 rumah yang tidak terdata dalam Pilgub kali ini. Tidak diketahui alasannya mengapa sampai tidak terdata oleh petugas. "Padahal, meskipun saya bekerja tapi isteri dan anak-anak saya ada di rumah. Namun, tak ada satu pun petugas yang datang ke rumah," sesalnya. Sementara, Udin Safrudin (56) salah seorang warga lainnya menilai petugas Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Garut kurang melakukan sosialisai dalam penyelenggaraan Pilgub kali ini. "Mestinya, KPUD mempublikasikan adanya rencana Pilgub ini melalui media masa, atau melalui para pengurus RT, RW di masing-masing wilayah, biar nantinya bisa disosialisasikan lagi kepada warga melalui forum masjid misalnya," ujarnya. Menanggapi keluhan warga tersebut, Anggota Komisi Pemilihan Umum daerah (KPUD) Kabupaten Garut, Dadang Sudrajat mengatakan, masih adanya warga yang tidak tercantum di dalam DPT karena ada beberapa kemungkinan. Misalnya, karena kesalahan yang dilakukan oleh petugas atau akibat kelalaian dari warga sendiri. Namun, tak menutup kemungkinan kesalahan tersebut bisa juga terjadi sejak dilakukannya pendataan kependudukan oleh dinas terkait di daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4). "Untuk mengatasi persoalan tersebut, calon pemilih bisa melihat pada data di Daftar Pemilih Sementara (DPS). Bila ternyata namanya tercantum di DPS, maka yang bersangkutan tetap akan diberikan kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya. Kami juga meminta agar warga jangan terlalu menyalahkan petugas. Soalnya, seringkali terjadi saat idatangi petugas, yang bersangkutan sedang tidak ada di rumah atau informasi yang diberikan pihak keluarga tidak valid. Kasus seperti ini biasanya terjadi pada mereka yang memiliki dua rumah," pungkas Dadang. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA