Tak Ada Biaya Masuk SMP, Remaja di Pangandaran Putus Sekolah

Odon (14), tinggal bersama ibunya Samini (43) dan neneknya Ngadiem (80) terpaksa putus sekolah lantaran tak punya biaya. Ia sudah tidak lagi bersekolah sejak tiga tahun yang lalu setelah lulus di SD Negeri 2 Sidamulih. Mereka adalah keluarga miskin dan

Tak Ada Biaya Masuk SMP, Remaja di Pangandaran Putus Sekolah

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Odon (14), tinggal bersama ibunya Samini (43) dan neneknya Ngadiem (80) terpaksa putus sekolah lantaran tak punya biaya. Ia sudah tidak lagi bersekolah sejak tiga tahun yang lalu setelah lulus di SD Negeri 2 Sidamulih. Mereka adalah keluarga miskin dan tinggal di gubug sederhana berlantaikan tanah, bangunannya sudah sudah miring dan lapuk. Padahal cita-citanya sangatlah mulia. Menurut Samini, anaknya ingin menjadi guru. Ditemui FOKUSJabar di rumahnya yang tidak layak huni di Dusun Cibeureum RT. 2/ Rw. 10 Desa Sidamulih, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran itu, Odon mengaku sebenarnya ingin terus sekolah hingga bisa bekerja menjadi seorang guru. "Saya sebenarnya ingin terus sekolah. Kalau ada biaya, agar bisa bekerja jadi guru," kata Odon, Sabtu (5/3/2016) siang. Tapi apa daya, Odon harus rela putus sekolah lantaran kedua orangtuanya sudah bercerai sejak dirinya masih bayi. Sedang ibunya yang hanya bekerja serabutan tak mampu membiayai pendidikannya. "Jadi terpaksa saya harus membantu penghasilan orangtua dengan bekerja sebagai pelayan toko di Pangandaran. Apalagi di rumah juga ada nenek yang sudah renta dan sejak empat tahun lalu buta," ujar Odon sedih. (Iwan Mulyadi/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA