Tahu Suaminya Sakit, Guru ini Kabur Tinggalkan Rumah

Sudah sakit ditinggal pergi pula oleh sang isteri. Itulah nasib yang kini tengah dialami salah seorang warga Kampung Pintu, Desa Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Dedi Wawan yang menderita penyakit diabetes. caption id attachment 163979 align ali

Tahu Suaminya Sakit, Guru ini Kabur Tinggalkan Rumah

GARUT, FOKUSJabar.com: Sudah sakit ditinggal pergi pula oleh sang isteri. Itulah nasib yang kini tengah dialami salah seorang warga Kampung Pintu, Desa/Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Dedi Wawan yang menderita penyakit diabetes. [caption id="attachment_163979" align="aligncenter" width="638"] Dedi Wawan ditinggalkan sang isteri setelah dia mengidap Diabetes. (foto: Bambang Fouristian)[/caption] Akibat penyakit yang dideritanya selama delapan bulan, dia kini tidak bisa melihat (buta) dan alami stroke. Sejak itu pula sang isteri, Bunga (bukan nama sebenarnya) yang berprofesi sebagai guru di salah satu SD di Kecamatan Karangpawitan meninggalkannya. Terlebih isterinya membawa pergi dua buah unit kendaraan roda empat dengan BPKB, sertifikat rumah dan gaji bulanannya. Menurut Dedi, hubungan rumah tangganya semula baik-baik saja. Namun, setelah dirinya divonis mengidap penyakit diabetes hubungannya mulai retak. Bahkan, entah hantu apa yang merasuki istrinya hingga berani membentak-bentak dan melontarkan kata-kata yang tidak ladzim terucap dari mulut seoarang pendidik. “Sekarang, saya sudah ada yang mau bertanggungjawab baik lahir maupun bathin,” kata Dedi Wawan menirukan kalimat yang dilontarkan isterinya, Senin (14/9/2015). Akibatnya, bulan April 2015 lalu, keduanya sepakat masing-masing meninggalkan tempat tinggalnya yang berlokasi di perumahan umum Cempaka Garut. Kini Dedi Wawan tinggal di Kecamatan Samarang bersama kakak kandungnya. Sementara Bunga belum diketahui rimbanya. Dia juga mengaku sempat menghubungi kepala sekolah dimana isterinya mengajar, namun sambungan telponnya langsung terputus dan hingga kini tidak bisa dihubungi kembali. “Saya minta Dinas Pendidikan Garut segera memberikan sanksi kepada isteri dan kepala sekolahnya yang diduga telah berselingkuh karena tidak mencerminkan perilaku seorang pendidik,” pungkas Dedi Wawan. (Bambang Fouristian/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA