SMAN 1 Banjar Malu Jika Gagal Wujudkan Gerakan Literasi

Kepala Sekolah SMAN 1 Banjar, Ahmad Sobana mengaku malu apabila sekolah rujukan pemerintah dalam program pengembangan literasi minat membaca di sekolahnya tersebut tidak terwujud. Berdasarkan Perendikbud no 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi peker

SMAN 1 Banjar Malu  Jika Gagal Wujudkan Gerakan Literasi

BANJAR, FOKUSJabar.com : Kepala Sekolah SMAN 1 Banjar, Ahmad Sobana mengaku malu apabila sekolah rujukan pemerintah dalam program pengembangan literasi minat membaca di sekolahnya tersebut tidak terwujud. “Berdasarkan Perendikbud no 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti, gerakan 15 menit membaca, maka sebagai sekolah rujukan pemerintah, kami harus menyediakan sudut baca luar kelas dan dalam kelas,” ungkapnya, Jumat (12/8/2016). Diakuinya, pihak sekolah kini sedang kebingungan dengan pengadaan buku bacaan non pelajaran yang disarankan pemerintah, bahwa satu siswa sama dengan satu buku. Anggaran pengadaan buku tidak ada dalam pagu anggaranya. “BOS tidak bisa untuk pengadaan buku, tapi di sisi lain kami menjadi sekolah rujukan pemerintah gerakan literasi. Bila tidak terlaksana, kami akan malu dengan sekolah yang sudah berjalan gerakan literasinya seperti SMAN 5 Surabaya,” terang Ahmad. Upaya yang akan pihaknya lakukan, yaitu dengan bekerjasama dengan komite sekolah untuk mewujudkan gerakan literasi di Kota Banjar. Karena literasi ini besar manfaat bagi siswa. Salah satu kemuduruan bangsa kita salah satu faktornya adalah literasi di Indonesia kurang diminati. Ahmad menambahkan, kini SMAN 1 Banjar baru bisa mengadakan 512 eksemplar berbagai macam judul buku khusus untuk kelas X. Namun, untuk memenuhi kebutuhan buku di sekolahnya itu, dirinnya membutuhkan 1.295 buku, sesuai dengan jumlah siswa sekolahnya. Program ini pun akan terus dimonitoring oleh Departemen Pendidikan. “Bayangkan saja, Indonesia berada diurutan ke 60 setelah Taiwan untuk literasi. Sehingga Presiden Jokowi terus mendengungkan gerakan gemar membaca 15 menit. Bukan hanya untuk siswa saja melainkan guru pun diharuskan,” pungkas dia. (BOIP/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA