Sepuluh PNS Ciamis Bermasalah Diasramakan

Pegawai Negeri Sipil (PNS) Ciamis yang mendapat hukuman disiplin PNS, selama dua bulan diasramakan di balai diklat Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Ciamis, untuk digembleng diberia pelatihan dan pembinaan khusus dengan perhatian lebih. capti

Sepuluh PNS Ciamis Bermasalah Diasramakan

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Pegawai Negeri Sipil (PNS) Ciamis yang mendapat hukuman disiplin PNS, selama dua bulan diasramakan di balai diklat Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Ciamis, untuk digembleng diberia pelatihan dan pembinaan khusus dengan perhatian lebih. [caption id="attachment_153954" align="aligncenter" width="638"] Diklat Pembinaan Mental dan Etika PNS, bagi PNS bermasalah di Ciamis. (foto:den)[/caption] Kabid Pengembangan Karier dan Pembinaan Pegawai Rissa Sugara mendampingi Kepala BKDD Ciamis Tatang, mengatakan jika biasanya BKDD mengadakatan pelatihan untuk PNS yang berprestasi, sekarang justru sebaliknya, menggelar pelatihan dan pembinaan khusus bagi PNS yang bermasalah melalui Diklat Pembinaan Mental dan Kode Etik. " Ada sepuluh PNS Ciamis yang mendapat perhatian lebih yang mengikuti diklat sekarang ini. Mereka nginap di sini, di beri pemahaman kembali, pembinaan mental dan rohani, untuk perbaikan ke depannya, baik pribadi maupun kinerjanya menemban tugas sebagai abdi negara, " ujar Rissa, di sela-sela Diklat, Rabu (12/08/2015). Diklat pembinaan mental dan kode etik yang berlangsung selama dua bulan dibagi beberapa tahap, pada tiga hari pertama mendiagnosa permasalahan atau penyakit indisipliner peserta, serta penyadaran. Hal tersebut kata Rissa sebagai bentuk preventif agar mereka tidak melanggar kembali. "Terus selama satu bulan mereka menginap. Mereka diberi sihaman rohani untuk mempertebal iman. Kuncinya iman, kalau imannya kuat, akan sadar pada tugas dan kewajiban sebagain PNS dan abdi negara. Setelah itu dikembalikan ke unit kerja masing-masing untuk dibina atasan langung. Lalu kembali lagi ke BKDD untuk diberi pembekalan khusus, " papar Rissa. Dijelaskan Rissa, beberapa bentuk pelanggaran PNS terkena hukuman tersebut, antara lain sering  tidak masuk kerja, terlambat masuk kerja, serta etika PNS-nya tidak sesuai dengan kode etik PNS. "Diklat ini sebagai pembinaan terakhir, jika setelah diasramakan, didiagnosa, dicari penyakitnya, disadarakan, dibekali masih saja mengulang perbuatannya, maka akan diberikan sanksi yang lebih berat, bisa berbentuk penurunan pangkat, pembebasan jabatan bahkan pemberhentian, " tegasnya. Dengan pembinaan khusus bagi PNS Ciamis yang pernah mendapatkan hukuman disiplin ini, diharapkan bisa menjadi pemicu perbaikan etos kerja PNS Ciamis, baik untuk yang mengalaminya maupun PNS lain, supaya bisa menjaga stabilitas kinerjanya. (Den)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA