Relokasi Rumah di Bantaran Sungai Cimanuk Solusi Terbaik

Oleh Deni Rinjani GARUT,FOKUSJABAR.COM Banjir bandang Cipeujeuh ternyata tidak saja menghantam dua kampung, tapi ada beberapa irigasi dan beberapa pemukiman yang juga terendam terutama di sekitar bantaran sungai Cimanuk. Tepatnya berada di desa Cim

Relokasi Rumah di Bantaran Sungai Cimanuk Solusi Terbaik

Oleh : Deni Rinjani GARUT,FOKUSJABAR.COM : Banjir bandang Cipeujeuh ternyata tidak saja menghantam dua kampung, tapi ada beberapa irigasi dan beberapa pemukiman yang juga terendam terutama di sekitar bantaran sungai Cimanuk. "Tepatnya berada di desa Cimaragas kampung Sawah Lega, Kecamatan Cilawu," ungkap Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP), Uu Saefudin seusai rapat penanggulangan banjir bandang Cipejeuh di gedung DPRD, Senin (4/2). [caption id="attachment_24242" align="aligncenter" width="460"] Suasana rapat Penanggulangan Bencana Cipeujeuh bersama komisi B DPRD Garut(Foto: Deni Rinjani)[/caption]   Pihak SDAP telah mempersiapkan dua cara penanganan, pertama penanganan darurat dengan membuat boronjong di sekitar bantaran sungai dan Tembok Penahan Tanah (TPT). Sementara program kedua penanganan paska bencana dengan merencanakan relokasi penduduk di tiga desa, Cipejeuh, Cimaragas dan Haurpanggung ke tempat lain. "Perbaikan kerusakan di desa-desa itu diperkirakan akan memakan biaya 6 milyar, lebih baik direlokasi namun tidak bisa diputuskan sendiri, harus ada pembicaraan lagi, mungkin kami akan mengajukan diperubahan APBD nanti," tegasnya. Akibat banjir bandang ini diharapkan masyarakat tidak tinggal terlalu dekat dengan bantaran sungai. Minimal 7 meter dari bantaran sungai. "Membuat rumahnya pun harus di atas permukaan air, jangan di bawahnya. Kalau di lihat dari kondisi sekarang baik boronjong maupun TPT sifatnya hanya sementara untuk menahan banjir, lebih baik relokasi saja," pungkasnya. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA