Putusan Terhadap Tersangka Dirut RS SMC Banyak Kejanggalan

Penetapan tersangka Direktur Utama Rumah Sakit Singaparna Medical Citra Utama, yang juga mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Asep Nursyamsi oleh Pengadilan Tipikor Bandung banyak begitu kejanggalan. Kami menilai setelah ditetapkan

Putusan Terhadap Tersangka Dirut RS SMC Banyak Kejanggalan

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.com : Penetapan tersangka Direktur Utama Rumah Sakit Singaparna Medical Citra Utama, yang juga mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Asep Nursyamsi oleh Pengadilan Tipikor Bandung banyak begitu kejanggalan. "Kami menilai setelah ditetapkan tersangka oleh Pengadilan Tipikor Bandung terkait kasus gratifikasi pengadaan motor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, ini ditemukan beberapa kejanggalan, sehingga membingungkan masyarakat," ungkap Koordinator Aksi Mahasiswa dan Masyarakat Tasikmalaya (Simmata), Fahmi Muzaki, Minggu (17/1/2016). Menurutnya, kalau berbicara klausul gratifikasi ada dua unsur yang terlibat dan harus di jerat. Yaitu pertama unsur si pemberi dan kedua si penerima gratifikasi. Yang menjadi pertanyaan dalam kasus yang menjerat mantan Sekdis Kesehatan Kabupaten Tasikmalkaya ini yang dijerat/ditersangkakan oleh penyidik hanya si penerima saja. "Padahal klausul gratifkasi si pemberi juga harus dijerat dalam kedudukan hukum yang sama. Kami meminta pihak penyidik melakukan eksaminasi (proses ulang) penyidikan dan memproses hukum seadil-adilnya. Karena kami menilai banyak oknum pejabat yang terlibat bahkan Kadis Kesehatan juga harus ikut bertanggung jawab sebagai leader di Dinkes," ucapnya. Muzaki menegaskan beberapa kejanggalan itu harus dibantahkan dan dijawab oleh penyidik karena ada ketimpangan penegakan hukum dari proses sehingga hasilnya mencerminkan keadilan yang pincang. "Kami menyarankan penyidik melakukan eksaminasi penyidikan terhadap kasus gratifikasi ini. Jika tidak dilakukan kami akan melakukan gerakan untuk pengawalan pemberantasan korupsi di tanah santri ini," tegas Muzaki. (Nanang Yudi/MSU)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA