Proses Hukum Tersangka Pembunuh Ibi dan Anak Tidak Akan Ditutup-Tutupi

Kepala Staf Divisi 1 Kostrad, Brigjen TNI Asrobudi menemui keluarga korban dan secara khusus meminta maaf atas tebunuhnya Ny. Onah (39) dan anaknya, Sinta Mustika (19) oleh oknum anggota TNI berinisial AM (23) yang bertugas di salah satu satuan TNI di Ka

Proses Hukum Tersangka Pembunuh Ibi dan Anak Tidak Akan Ditutup-Tutupi

Oleh : Agus Somantri GARUT, FOKUSJabar.com : Kepala Staf Divisi 1 Kostrad, Brigjen TNI Asrobudi menemui keluarga korban dan secara khusus meminta maaf atas tebunuhnya Ny. Onah (39) dan anaknya, Sinta Mustika (19) oleh oknum anggota TNI berinisial AM (23) yang bertugas di salah satu satuan TNI di Kabupaten Garut, Senin (11/2) lalu.   Menurut Asrobudi, tersangka Prada AM akan diproses sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku, dan saat ini kasusnya sudah ditangani oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom). "Kasusnya, sudah ditangani oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom). Saya pastikan, proses penanganan hukumnya akan terbuka, tidak akan ada yang ditutup-tutupi," ujarnya di kediaman korban, kampung saroja, Desa Mulyasari, Kecamatan bayongbong, Rabu (13/2). Dalam peristiwa pembunuhan terhadap ibu dan anak tersebut dipastikan AM menjadi tersangka tunggal. Sementara, terkait pencopotan tersangka dari kesatuannya, pihaknya masih menunggu proses hukum. "Sementara, kita tunggu dulu hasilnya di pengadilan militer. Hukuman dan sanksi, harus disesuaikan dengan hukum yang berlaku," ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, Asrobudi pun menyerahkan santunan kepada keluarga korban yang diterima langsung oleh Dadan Juju (44), ayah dari korban Sinta Mustika, sekaligus suami korban, Ny. Onah. Sementara, pihak keluarga yang diwakili paman korban, Baba (40) berharap agar tersangka AM mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatan yang telah dilakukannya. Menurutnya, pihak keluarga mengaku pasrah atas musibah yang telah merenggut nyawa keponakan serta adiknya tersebut. "Kami pasrah atas takdir dari Allah SWT. Namun meski demikian, kami berharap agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatan keji yang telah dilakukannya," harapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Sinta Mustika (19) seorang mahasiswi salah satu Akbid di Kabupaten Garut, bersama ibunya Ny. Onah ditemukan warga tergeletak bersimbah darah di sebuah kebun, tepatnya di kampung Panagan, Desa Sukawargi, Kecamatan Cisurupan, kabupaten Garut, Senin (11/2) lalu. Ibu dan anak tersebut menjadi korban penusukan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI berinisial AM karena berlatar belakang asmara. Saat itu, diduga Sinta dan Ny.Onah menemui tersangka AM untuk meminta pertanggungjawaban atas kehamilan yang dialami Sinta. Namun, rupanya tersangka AM tak mau bertanggung jawab sehingga nekad untuk menghilangkan nyawa keduanya. Saat ditemukan pada tubuh kedua korban terdapat sejumlah luka tusukan. Di tubuh Ny. Onah sedikitnya ditemukan 12 luka tusukan, sedangkan di tubuh Sinta terdapat 18 luka tusukan, dua diantaranya mengenai janin yang tengah dikandungnya. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA