Presidium Garsel Bantah Dukung Salah Satu Paslon Bupati Garut

Oleh Deni Rinjani GARUT,FOKUSJABAR.COM Kabupaten Garut Selatan (Garsel) saat ini masih dalam proses pembentukan untuk menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Karena itu Garsel masih dalam lingkup kewenangan hukum adminstratif Kabupaten Garut. caption id

Presidium Garsel Bantah Dukung Salah Satu Paslon Bupati Garut

Oleh : Deni Rinjani GARUT,FOKUSJABAR.COM : Kabupaten Garut Selatan (Garsel) saat ini masih dalam proses pembentukan untuk menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Karena itu Garsel masih dalam lingkup kewenangan hukum adminstratif Kabupaten Garut. [caption id="attachment_60825" align="aligncenter" width="478"] Suryaman Anang S, Ketua Bidang Kewilayahan Forum Jabar Selatan(Foto: Deni RInjani)[/caption] Pada Pemilihan Bupati Garut (Pilbup) putaran kedua 17 Nopember 2013, secara kelembagaan Presidium Garut Selatan tidak pernah memihak atau mendukung salah satu pasangan calon. “Kami tegaskan secara lembaga, Presidium Garsel tidak pernah dukung mendukung terhadap salah satu pasangan calon. Namun kami mendorong warga Garut Selatan untuk sukseskan Pilkada putaran kedua nanti,” bantah Suryaman Anang S, Penasehat Presidium Garsel kepada Fokusjabar.com,Selasa (29/10). Menurut Dia, agenda politik yang terjadi saat ini, tidak menutup kemungkinan adanya isu atau rumor yang ditujukan mengatasnamakan Presidium Garsel, yang mendukung salah satu pasangan calon. Namun diakuinya, warna politik yang beraneka ragam itu, tentunya warga Garsel memiliki hak yang berbeda sesuai aspirasi mereka. Justru, pihaknya terus berupaya melakukan pemahaman kepada masyarakat di 16 kecamatan dan 142 desa, untuk memilih dan mensukseskan Pilbup putaran kedua sesuai hak pilihnya masing masing dalam rangka membangun demokrasi secara benar dan sehat, kata Suryaman. Jajaran Pengurus Presidium, kata dia, memberikan seluas luasnya dan sebebas mungkin menentukan hak pilihnya atau tidak berada dalam satu pasangan. Akan tetapi, dalam menyampaikan dukungan hak politiknya jangan mengatasnamakn lembaga presidium baik kelompok masyarakat maupun perseorangan. “Silahkan gunakan hak pilihnya, tapi jangan bawa bawa nama lembaga,” tuturnya. Sebab, lanjut Suryaman, kedua pasangan calon Bupati memiliki komitmen yan sama untuk memajukan wilayah Garut Selatan di masa mendatang. Dan meminta, siapapun Bupati terpilih nanti diharapkan dalam menyusun Rencana Penyusunan Jangka Menengah daerah (RPJMD) bisa duduk bersama dengan komunitas masyarakat Garsel. “Secara undang-undang Pemkab Garut sebagai Kabupaten induk berkewajiban untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat Garsel. Jadi Bupati terpilih nanti, dalam menyusun RPJMD tentunya menuangkan janji janji politiknya tetap memperhatikan aspek masyarakat Garsel yang memilihnya juga,” pungkasnya. Seperti diketahui, secara gambaran umum, Kabupaten Garut memiliki 42 kecamatan dan 450 desa/kelurahan. Jika DOB Kab. Garsel terbentuk, selama dua tahun ke depan sebagai Kabupaten Induk akan berkurang jumlah kecamatan menjadi 26 dan 308 desa. Di mana DOB Kab. Garsel terdiri dari 16 kecamatan, 142 desa. (ADR/WDJ)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA