Politisi Golkar Kesal Banyak Lahan Produktif Jadi Perumahan

Anggota Fraksi Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya, Erry Purwanto mengaku kesal dengan banyaknya lahan produktif yang berubah menjadi perumahan perumahan, padahal itu merupakan sumber kehidupan bagi warga masyarakat. Membangun tidak berarti dilarang, te

Politisi Golkar Kesal Banyak Lahan Produktif Jadi Perumahan

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.com : Anggota Fraksi Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya, Erry Purwanto mengaku kesal dengan banyaknya lahan produktif yang berubah menjadi perumahan-perumahan, padahal itu merupakan sumber kehidupan bagi warga masyarakat. "Membangun tidak berarti dilarang, tetapi harus tepat sasaran, kalau di persawahan dan lahan produktif itu namanya keterlaluan, padahal saya sangat menolak keras alih fungsi lahan tersebut," ungkap Erry Purwanto, diruangan fraksi Partai Golkar, jalan Bojongkoneng, Singaparna, Rabu (16/9/2015). [caption id="attachment_164531" align="aligncenter" width="735"] Anggota DPRD Fraksi Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya, Erry Purwanto (Foto : Nanang Yudi)[/caption] Akibatnya, kata Erry, masyarakat mulai terkena dampak negatif dari pembangunan tersebut, seperti kekurangan air, gersang dan ketahanan pangan mulai menyusut dikarenakan banyak pesawahan berubah fungsi. Erry mengaku aneh kenapa segala bentuk izin sangat mudah dikeluarkan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tanpa berpikir dampak negatif dari banyaknya alih fungsi lahan. "Aneh juga, kenapa perizinannya selalu saja lolos bila ada lahan produktif yang dibangun perumahan, mungkin permasalahannya uang, karena uang menjadi perizinan menjadi lancar, mungkin itu penyebabnya," tegasnya. Erry mencontohkan seperti  Cikunir merupakan lahan irigasi yang dibangun Pemerintah tetapi malah dijadikan perumahan yang mengakibatkan air menjadi tersumbat dan tidak bisa mengalir. "Ini jelas merugikan, demi kepentingan sesaat, alam menjadi rusak, akhirnya banyak lahan pesawahan yang hilang karena pejabatnya mudah disuap dengan uang," jelas Politisi senior Partai Golkar ini. (Nanang Yudi/Galih)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA