PMII Desak BNN Lakukan Test Urine Anggota DPRD Garut

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Garut, menggelar aksi unjukrasa di Bunderan Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul. Mereka mendesak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut, untuk segera

PMII Desak BNN Lakukan Test Urine Anggota DPRD Garut

GARUT, FOKUSJabar.com: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Garut, menggelar aksi unjukrasa di Bunderan Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul. Mereka mendesak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut, untuk segera melakukan test urine 50 Anggota DPRD Garut. "Kami mendesak BNN Garut, untuk segera melakukan test urine terhadap legislatif," kata Ketua PC PMII Kabupaten Garut, Yogi, Kamis (28/4/2016), usai audensi di Gedung BNN, Jalan Patriot Garut. Menurutnya, pihak BNN jangan pandang bulu dalam melakukan test urine. Jangan sampai BNN melanggar instruksi Presiden Republik Indonesia tentang pemberantasan narkoba di Indonesia. "Kenyataannya BNN Garut tidak mampu dan tidak punya nyali dalam memberantas narkoba di Kabupaten Garut, termasuk melakukan tets urine pada anggota DPRD Garut," tegasnya. Dikatakannya, hasil dari audensi dengan BNN Kabupaten Garut, kenapa belum dilaksanakan test urine di lingkungan DPRD, menurut Kepala BNN Kabupaten Garut mengatakan pihak DPRD Garut belum siap untuk dilaksanakan test urine. "Kami sangat terkejut dengan pernyataan Kepala BNN Garut. Semestinya tidak harus menunggu kesiapan, melainkan dalam melaksanakannya dengan mendadak," tegasnya. Sementara Kepala BNN Kabupaten Garut, Anas Saefudin mengungkapkan, belum dilaksanakannya test urine pada 50 anggota DPRD Garut terganjal oleh tidak siapnya DPRD Garut untuk dilaksanakan test urine. "DPRD Garut belum siap untuk dilakukan test urine," katanya. Sebenarnya, pihak BNN sudah siap untuk melksanakan test urine terhadap para anggota DPRD Garut. Namun hal itu tidak pernah terwujud, dikarenakan belum ada kesiapan dari DPRD Garut. Bahkan hasil koordinasi mengatakan masih banyak kesibukan. Ketika didesak, apakah ada intervensi dari pihak DPRD Garut saat melakukan kunjungan ke Gedung DPRD beberapa waktu lalu. Anas mengaku, tidak ada tekanan atau intervensi dari pihak DPRD Garut. Hanya saja belum ada kesiapan saja. (Deni Rinjani/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA