Perusahaan Bata di Desa Linggamukti Garut Mampu Ciptakan Lapangan Pekerjaan

Ketua Paguyuban Pemuda dan Pemudi Sucinaraja (P3S) Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Engkus Kusnadi mengatakan, keberadaan perusahaan pembuatan bata pres di Kampung Peer Desa Linggamukti Kecamatan Sucinaraja mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi

Perusahaan Bata di Desa Linggamukti Garut Mampu Ciptakan Lapangan Pekerjaan

GARUT, FOKUSJabar.com: Ketua Paguyuban Pemuda dan Pemudi Sucinaraja (P3S) Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Engkus Kusnadi mengatakan, keberadaan perusahaan pembuatan bata pres di Kampung Peer Desa Linggamukti Kecamatan Sucinaraja mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. [caption id="attachment_165691" align="aligncenter" width="740"] Engkus Kusnadi didampingi salah seorang pekerja pembuatan bata pres[/caption] Satu buah Lio (tempat pembakaran bata merah) bisa mempekerjakan paling sedikit 25 orang pegawai. Sementara di wilayahnya kini terdapat 70 Lio yang masih beroperasi. Padahal sebelumnya mencapai 170 buah Lio. Menurut Engkus, 100 buah Lio gulung tikar lantaran tidak sebandingnya biaya produksi dengan penjualan pasca melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD hingga mencapai Rp14 ribu lebih. “ Sebanyak 100 Lio gulung tikar. Akibatnya, 1.250 orang pekerja menganggur,” kata Engkus saat ditemui di Lio milik Dede Saefudin, Kampung Peer, Desa Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja, Minggu (20/9/2015). Kondisi seperti ini semestinya segera mendapatkan perhatian serius dari pihak pemerintah. Jika tidak, dikhawatirkan para produsen bata yang masih bertahan mengalami hal serupa. Dengan sendirinya menambah jumlah pengangguran di wilayah setempat. “ Kami berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Provinsi dan pusat segera mengantispasinya agar tidak terjadi penambahan jumlah pengangguran di wilayah Kampung Peer, Desa Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja,” pungkas Engkus Kusnadi.(**) (Bambang Fouristian/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA