Permintaan Maaf Darmadji Dinilai Berani, Ini Kata Pengamat Hukum di Banjar

Terkait permintaan maaf Wakil Wali Kota Banjar, Darmadji kepada Ormas dan LSM di Banjar yang telah dianggap telah menyudutkan dan mengundang provokasi mendapat perhatian dari sejumlah pemerhati hukum. Pasalnya, Wakil Wali Kota Banjar, tidak merasa untuk

Permintaan Maaf Darmadji Dinilai Berani, Ini Kata Pengamat Hukum di Banjar

BANJAR, FOKUSJabar.com: Terkait permintaan maaf Wakil Wali Kota Banjar, Darmadji kepada Ormas dan LSM di Banjar yang telah dianggap telah menyudutkan dan mengundang provokasi mendapat perhatian dari sejumlah pemerhati hukum. Pasalnya, Wakil Wali Kota Banjar, tidak merasa untuk memojokan Ormas atau LSM dengan ucapanya itu, namun ini patut menjadi catatan penting bagi semua pihak. Ketua LBH SMKR Kota Banjar, Teteng Kusjiadi menilai, bahwa permohonan maaf Wakil Wali Kota Banjar, Selasa (23/8/2016) kemarin pada sejumlah Ormas dan LSM dianggap berani. Meski secara hukum telah melanggarnya. Teteng menerangkan, selain acuannya peraturan perundang-undangan yang tertulis, selanjutnya disebut sebagai hukum positif, dilain pihak ada hukum tidak tertulis salah satunya tentang etika. “ Sebetulnya, ucapan yang dilontarkan Pak Wakil pada Ormas dan LSM itu selain melanggar etika juga sebenarnya tindak pidana. Ini tertera pada pasal 160 KUHP. Bagi saya, beliau telah berani untuk meminta maaf, karena tak jarang para pejabat negara melakukannya baik secara etika atau hukum mereka telah melanggarnya,” ungkapnya, pada FOKUSJabar.com, Rabu (24/8/2016). Kendati demikian, Teteng merasa bersyukur bahwa permasalahan kontroversial tersebut berujung damai. Namun dia menegaskan, kejadian yang dilakukan Wakil Wali Kota Banjar, hendaknya menjadi pelajaran bersama. Pada hakikatnya, pelaksanaan serta pengelolaan negara tidaklah dianggap mudah. “Ini bagian terpenting bagi kita bersama, dimana masalah besar kita perkecil dan masalah kecil kita hilangkan untuk kepentingan yang lebih besar yakni menatap pembangunan Kota Banjar kedepan,” pungkasnya. (Boip/Bam's)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA