Pemohon Dana Hibah Terancam Gigit Jari

Ribuan pemohon bantuan dana hibah Provinsi Jawa Barat tahun 2015 terancam gigit jari. Pasalnya sesuai dengan Surat Edaran Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) bernomot 900 4627 SJ yang dikirim ke kepala daerah, penerima dana hibah dibatasi hanya untuk le

Pemohon Dana Hibah Terancam Gigit Jari

CIAMIS, FOKUSJabar.com: Ribuan pemohon bantuan dana hibah Provinsi Jawa Barat tahun 2015 terancam gigit jari. Pasalnya sesuai dengan Surat Edaran Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) bernomot 900/4627/SJ yang dikirim ke kepala daerah, penerima dana hibah dibatasi hanya untuk lembaga atau organisasi yang berbadan hukum. Sedangkan mayoritas pemohon tidak berbadan hukum, demikian dikatakan Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat Herry Dermawan saat ditemui diMesjid Agung Ciamis. "Masjid-masjid yang sedang dibangun tidak akan mendapatkan bantuan. Dimana ada pemohon panitia pembanguinan Masjid yang berbadan hukum, sangat jarang sekali," kata Herry, Senin (14/9/2015). Selain itu kata Herry, bantuan untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) senilai Rp38 miliar untuk 38 ribu warga miskin juga tidak bisa salurkan karena penerimanya juga perseorangan. Bahkan menurut Herry, dua juta kopi yang sudah dibelanjakan terancam mubadzir atau rusak karena penerimanya kelompok tani yang jarang berbadan hukum. " Termasuk bantuan traktor untuk petani senilai Rp75 miliar tidak bisa juga disalurkan. Total anggaran hibah provinsi Jawa Barat dalam APBD Perubahan 2015 ini yang terancam tidak terserap cukup besar sekitar Rp320 miliar," papar Herry. Menurut Herry, mencuatnya pembatasan penerima hibah ini setelah dikeluarkan, sehingga eksekutif  (Pemprov Jabar) lebih memilih tidak menyalurkanya karena bisa menjadi jebakan hukum baik bagi penerima maupun pemerintah. " Dampak dari ketentuan pembatasan hibah ini bukan hanya anggaran tidak terserap, banyak harapan masyarakat juga yang tidak bisa terpenuhi, termasuk program pertanian, perikanan dan sektor perekonomian masyarakat lainya," pungkas Herry. (Riza M Irfansyah/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA