Pembangunan Obyek Wisata Jangan Sampai Merusak Alam

Pembangungan obyek wisata yang ada di suatu daerah harus dilakukan dengan serius, berkesinambungan dengan sosialisasi yang dilakukan secara intens dan menyeluruh kepada semua element yang ada dalam suatu obyek wisata. Hal tersebut diungkapkan salah satu

Pembangunan Obyek Wisata Jangan Sampai Merusak Alam

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Pembangungan obyek wisata yang ada di suatu daerah harus dilakukan dengan serius, berkesinambungan dengan sosialisasi yang dilakukan secara intens dan menyeluruh kepada semua element yang ada dalam suatu obyek wisata. Hal tersebut diungkapkan salah satu anggota Komunitas Pecinta Alam Tasik Caving Community (TCC), Ridwan Nasrullah kepada FOKUSJabar.com Kamis (12/1/2017). Ridwan yang akrab disapa Ewex oleh rekan sesama pecinta alam tersebut menejelaskan, pada kenyataanya, banyak keluhan dari masyarakat khususnya para pecinta alam di sejumlah daerah, yang di dalamnya memiliki kekayaan alam yang refresentatif untuk dijadikan obyek wisata. "Banyak masyarakat pecinta alam, mengeluh dengan pengelolaan obyek wisata yang tidak dilakukan secara berkesinambungan sehingga berujung pada rusaknya alam yang ada disekitar obyek wisata," ungkap Ridwan Ewex. Ridwan Ewex yang juga aktif di sejumlah komunitas pecinta alam seperti HIRA, Sapala67, Jarambah, Ikaba dan Bandung Speleologal Actifity itu menyebutkan, di sisi lain dengan adanya pengelolaan wisata dapat meminimalisir adanya pertambangan, namun dengan sosialiasi dan pengelolaan yang tidak baik berimbas pada rusaknya tatanan sosial bagi masyarakat yang tinggal di sekitar daerah wisata. "Ini sudah menjadi kangker bagi kami para pecinta alam, menjadi sebuah kekesalan dalam hati, karena alam yang tidak dikelola dengan baik," jelas Ridwan Ewex. Di tempat berbeda, Kepala Desa Sukasari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Sarwa Suhaeli mengamini hal tersebut, menurutnya ada kekhawatira dari sejumlah tokoh masyarakat untuk membentuk suatu obyek wisata. "Desa Sukasari memiliki sumber daya alam yang refresentatif jika dikelola dengan baik, seperti Sungai Cireong yang kini sudah semakin banyak pengunjungnya, dan akses jalan menuju Gunung Sawal, kita dalam tahap perencanaan dengan adanya investor yang bersedia memberikan dana, namun masyarakat merasa khawatir budaya atau gaya hidup yang dibawa oleh para wisatawan dari luar mempengaruhi kultur masyarakat setempat," papar Sarwa. (Riza M Irfansyah/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA