Pedagang Beras Ciamis Tolak Operasi Pasar

Agenda operasi pasar yang akan digelar oleh Pemkab Ciamis terus mundur. Molornya agenda operasi pasar ini ternyata ada penolakan dari pedagang beras Ciamis, yang menjadi mitra pemerintah dalam operasi beras. caption id attachment 112048 align ali

Pedagang Beras Ciamis Tolak Operasi Pasar

CIAMIS, FOKUSJabar.com: Agenda operasi pasar yang akan digelar oleh Pemkab Ciamis terus mundur. Molornya agenda operasi pasar ini ternyata ada penolakan dari pedagang beras Ciamis, yang menjadi mitra pemerintah dalam operasi beras. [caption id="attachment_112048" align="aligncenter" width="638"] Pedagang Beras Tolak Oprasi Pasar (Foto: Husen)[/caption]   Para pedagang beras yang akan jadi mitra Pemkab Ciamis dalam agenda oprasi pasar tersebut, menolak dengan alasan harga penebusan ke Bulog Ciamis terlalu tinggi. Menurut Elon ( 55 ) salah seorang pedagang beras di Pasar Manis Ciamis, harga tebus beras di Bulog Ciamis terlalu mahal. Sedangkan pedagang beras harus memperhitungkan pengeluaran pakca beras tersebut keluar dari gudang Bulog. "Awalnya penebusan di Bulog Ciamis itu harga beras Rp6800, tetapi setelah ada pertemuan antara pedagang dengan pihak Pemkab harga beras malah naik menjadi Rp7100, ini kan aneh, " papar Eson, Senin (2/3/2015). Menurut Eson, dengan harga Rp7100 / kilogram, jelas semua pedagang keberatan. Pedagang menilai margin keuntunganya sangat kecil. Perhitungan itu belum lagi dikurangi berbagai resiko lain. "Seperti biaya angkut, susut timbangan dan lainnya, " ucapnya. Menanggapi penolakan pedagang beras, wakil Bupati Ciamis Jeje Wiradinata, mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan semua lintas sektoral agar oprasi pasar di Ciamis bisa terlaksana, sesuai yang direncanakan. "Kami akan panggil Bulog Ciamis untuk menjelaskan kenapa bisa ada kenaikan harga secara tiba - tiba," jelasnya. (Husen Maharaja/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA