Nahasnya Amih Jadi Korban Longsor Talegong

Ny. Amih Karmanah (57), warga Kampung Pasir Angin RT 01, Cilamping, Desa Sukalaksana, Kecamatan Talegong, tewas tertimbun longsor saat ngarambet tanaman padi di sawah, Jum at (15 2), sekitar pukul 06.00 WIB. Sementara rekannya, Enyi (30), selamat dari

Nahasnya Amih Jadi Korban Longsor Talegong

Oleh : Deni Rinjani GARUT,FOKUSJabar.com : Ny. Amih Karmanah (57), warga Kampung Pasir Angin RT 01, Cilamping, Desa Sukalaksana, Kecamatan Talegong,  tewas tertimbun longsor saat ngarambet tanaman padi di sawah, Jum'at (15/2), sekitar pukul 06.00 WIB. Sementara rekannya, Enyi (30), selamat dari kejadian tersebut. [caption id="attachment_7122" align="aligncenter" width="460"] Foto Ilustrasi Longsor(Foto Deni Rinjani)[/caption]   Menurut Sekretaris Pemerintah Kecamatan, Caca Rifa'i, saat dihubungi FOKUSJabar.com melalui telepon selular mengatakan kejadian berawal ketika Ny. Amih bersama Enyi pagi-pagi pergi bekerja ke sawah untuk ngarambet. Namun Enyi balik lagi ke rumahnya karena ada sesuatu keperluan. Sepeninggal Enyi, tiba-tiba tanah tebing di belakang Ny. Amih rubuh dan langsung menimbunnya tanpa sempat menyelamatkan diri, padahal hari itu tidak terjadi hujan. Warga pun geger dengan kejadian tersebut, terlebih tebing mengalami longsor mencapai sekitar 2 kilometer, mulai kawasan RT 01 Kampung Pasir Angin hingga kawasan RT 04 RW 01 Kampung Cilamping Desa Sukalaksana. Longsoran tanah juga menimbun ruas jalan kampung, kali Cilampung dan sekitar 50 hektare areal sawah dan kebun warga. Sebanyak 45 kepala keluarga (KK) di Kampung Cilamping diungsikan ke Balai Desa Sukalaksana karena kondisinya terancam longsor susulan. Di sekitar Balai Desa Sukalaksana juga warga mendirikan tenda-tenda untuk menampung para pengungsi korban longsor. "Korban ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB. Saat ditemukandalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasikan ke rumah keluarganya," ujar Caca. Diperkirakan tebing di kampung Pasir Angin, dan Cilamping longsor karena kondisi tanah labil. Ditambah, sehari sebelumnya di kawasan tersebut hujan deras sempat mengguyur. Belum diketahui berapa nilai kerugian material akibat kejadian longsor tersebut. "Daerah ini seperti umumnya di wilayah Talegong dan sekitarnya memang rawan longsor karena pergerakan tanah, labil, dan berbukit-bukit," ucapnya. Atas kejadian tersebut, Caca menghimbau warga selalu meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari peristiwa serupa. "Kita juga sangat membutuhkan bantuan, terutama logistik pasalnya sampai saat ini hal itu memang belum ada," ujarnya. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA