Mantan Kajari Tasik Kritisi Penanganan Kasus Meubeler Gate

Mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tasikmalaya, Harun Al Rasyid mengkritisi mengenai kasus meubeler yang telah ditetapkan sebagai terdakwa mantan Kabag Umum Setda Kabupaten Tasikmalaya inisial JM yang sekarang sudah di tahan di Lembaga Pemasyarakata

Mantan Kajari Tasik Kritisi Penanganan Kasus Meubeler Gate

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.com : Mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tasikmalaya, Harun Al Rasyid mengkritisi mengenai kasus meubeler yang telah ditetapkan sebagai terdakwa mantan Kabag Umum Setda Kabupaten Tasikmalaya inisial JM yang sekarang sudah di tahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya. "Apa Jaksa ini memakai teori causalitas, tiba-tiba JM yang berada di tengah dijadikan tersangka. Kita kembali kepada teori causalitas atau sebab akibat. Yaitu Proyek  pengadaan meubeler perlengkapan dan peralatan kantor dimulai sejak era Bupati TFH dengan proses penunjukan secara lisan kepada Yohana," terang Harun Al Rasyid, Jumat (5/8/2016). Namun, lanjut Harun, Yohana tidak menjelaskan siapa yang menyuruh secara lisan, hanya dia mengatakan melalui istri TFH yaitu inisial MM, dan itu terus berjalan sampai dengan tahun 2012. Ketika itu jelas TFH sebagai pengguna anggaran (PA) dan Kuasa Pengguna Anggarannya adalah Sekda AK. "Ketika itu Kabag Umum Setda Kabupaten Tasik adalah saudara Yana Heryana.TFH Lengser tahun 2011 dan penerusnya Bupati UU RU yang pegang tongkat kepemimpinan, sementara  Sekdanya tetap AK yang menjabat sebagai PA dan KPA," tuturnya. Sedangkan, Kabag Umum sampai dengan 11 April 2011 tetap di jabat oleh Yana Heryana. Pemerintahan UU RU dapat warisan hutang dari kepemimpinan sebelumnya (TFH) sebesar Rp 3 Milyar itu merupakan proyek Yohana yang belum dibayar serta dana talang. "Yohana terus memproduksi barang sampai dengan 2011 DPA Perubahan akhir 2011.PA dan KPA tetap Sekda AK dan pada tanggal 12 April Kabag Umum diganti oleh JM. Kemudian 30 Juni 2011 Bupati UU RU keluarkn SKEP mengangkat semua Kabag pada Sekda menjadi KPA termasuk JM tapi Sekda AK tetap jadi PA dan KPA,"paparnya. Ketika itu, kata Harun, Yohana nagih dikarenakan barang semakin banyak serta dana talang makin tinggi. Kemudian JM melaporkan ke Sekda AK yang merangkap sebagai PA dan KPA."JM langsung lapor terhadap Sekda karena Yohanna menagih terus karena hutang Pemkab terus membengkak," tegas Harun. (Nank Yudi)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA