Mamat, Pengecat Jaket Kulit yang Tak Pelit Ilmu

Oleh Bambang Fouristian GARUT,FOKUSjabar.com Cuaca buruk (hujan) dan panasnya terik matahari tak menjadi penghalang bagi Mamat, seorang warga Kp. Cibangban, Kel. Karangmulya, Kec. Karangpawitan, Kab. Garut untuk mencari nafkah dengan cara mengecat jake

Mamat, Pengecat Jaket Kulit yang Tak Pelit Ilmu

Oleh: Bambang Fouristian GARUT,FOKUSjabar.com: Cuaca buruk (hujan) dan panasnya terik matahari tak menjadi penghalang bagi Mamat, seorang warga Kp. Cibangban, Kel. Karangmulya, Kec. Karangpawitan, Kab. Garut untuk mencari nafkah dengan cara mengecat jaket kulit. Saban hari, dia keliling Kampung, Desa, Kecamatan hingga masuk perkantoran yang tersebar di wilayah kota Intan. Saat ditemui FOKUSjabar.com, dia tengah sibuk mengecat jaket kulit milik salah seorang kuli tinta di Garut. [caption id="attachment_26788" align="aligncenter" width="460"] Mamat, tengah mengecat jaket di kantor Kecamatan Cibatu(Foto: Bambang Fouristan)[/caption]   “Tak lebih dari 5 buah jaket sehari dia dapatkan. Harganya berfariatif mulai dari Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. Itu semua tergantung jaket yang akan di cat nya,” terang Mamat. Walau hanya berprofesi pengecat jaket kulit, tapi Mamat paham trik-trik memelihara jaket kulit. Bahkan dia tak pelit dengan pengetahuannya soal jaket kulit,  dan mau berbagi ilmu. "Jangan dicuci apalagi direndam pakai detergen/sabun, jangan dibiarkan kena air termasuk hujan, jika terlanjur kehujanan, jangan dijemur matahari, cukup diangin-anginkan saja bagian dalam jaket," papar Mamat. Sebulan sekali dibersihkan dengan lap basah (kanebo), kemudian dilembabkan dengan lotion/baby oil dengan cara dioleskan dan biarkan sekitar sejam lalu bersihkan dengan lap kering yang teksturnya lembut. "Tapi jangan disemprot parfum ke permukaan jaketkKulit, simpan dengan menggunakan hanger (gantungan baju), jangan digantung di paku," tambahnya. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA