LSM Lagam Menduga Anggaran Desa di Garut Mengendap

Anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) tahap II bagi seluruh Desa yang tersebar di Kabupaten Garut akan segera cair. Banyak pertanyaan yang terlontar dari masyarakat terkait turunnya anggaran tersebut. Sebut saja salah satunya dari Ketua RT06 04 Perum Cibunar

LSM Lagam Menduga Anggaran Desa di Garut Mengendap

GARUT, FOKUSJabar.com: Anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) tahap II bagi seluruh Desa yang tersebar di Kabupaten Garut akan segera cair. Banyak pertanyaan yang terlontar dari masyarakat terkait turunnya anggaran tersebut. Sebut saja salah satunya dari Ketua RT06/04 Perum Cibunar Indah, Desa Cibunar, Kecamatan Cibatu, Asep Kamaludin. Dia mempertanyakan tingginya potongan pajak yang hingga mencapai 10 persen. " Besok, saya mau ke kantor Kecamatan untuk menanyakan jumlah besaran pajak yang sesungguhnya,” kata Asep, Jum’at (23/10/2015). Terkait hal itu, Ketua LSM Laskar Garut Mandiri (Lagam), Yudi Setia Kurniawan menduga telah terjadi pungutan ganda Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dilakukan oleh oknum birokrat. " Secara logika, ketika dana tersebut turun dari APBN ke APBD pajak sudah dikenakan. Kho bisa pajak juga dikenakan hingga ke tingkat RT?,” ujar Yudi Setia Kurniawan. Lagam juga menuding anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat mengendap di perbankan atau di Kas Daerah yang secara sistem menghasilkan bunga bank dengan nilai yang cukup fantastis. " Ya, ada sinyalemen kearah itu sehingga bunga berbunga dan ini rawan menjadi praktek korupsi. Kami akan menyelidikinya,” pungkas Yudi. (Bambang Fouristian/MSU)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA