KMC Gunung Jati Bandung Gelar BSK di Ciamis

Boleh jadi apa yang dilakukan sekelompok orang ini dapat ditiru. Keikhlasan, niat tanpa pamrih, menjadi ladang utama dalam menuangkan amanah untuk mengabdi. Aral melintang pun tak menjadi kendala bagi sekelompok mahasiswa yang mengaku lahir pituin Bumi T

KMC Gunung Jati Bandung Gelar BSK di Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Boleh jadi apa yang dilakukan sekelompok orang ini dapat ditiru. Keikhlasan, niat tanpa pamrih, menjadi ladang utama dalam menuangkan amanah untuk mengabdi. Aral melintang pun tak menjadi kendala bagi sekelompok mahasiswa yang mengaku lahir pituin Bumi Tatar Galuh Ciamis. Adalah Keluarga Mahasiswa Ciamis (KMC) Komisariat UIN Sunan Gunung Jati, Bandung disebutnya. Keluarga mahasiswa yang dibina oleh kasepuhan Wargi Galuh Puseur, Prof. Dr. H. Endang Soetari Ad,M.Si, kini sedang melaksanakan Bakti Sosial Kemasyarakatan (BSK) di Desa Cikupa, Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis. [caption id="attachment_227733" align="aligncenter" width="735"] foto by BOIP[/caption] “Silih simbeuh ku kadeudeuh, silih asih teu pamrih, seja ngabakti ka Lemah Cai. Motivasi sunda inilah menjadi dasar kenapa kami melakukan pengabdian sebagai rasa cinta kami pada tanah kelahiran kami, Ciamis, ” ungkap Ketua Umum KMC Komisariat UIN SGD, Jenjen Zaenal Abidin, Selasa (2/8/2016). Jejen menuturkan, pengabdian mereka ini terdorong dari rasa keprihatinannya terhadap masih rendahnya sumber daya manusia dalam peningkatan taraf hidup yang layak. Sehingga target pengabdian yang dilakukan selama 20 hari memberikan pemahaman pendidikan, keagamaan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain itu kata dia, KMC juga memberikan pelatihan softskil kepada warga yang memang sangat membutuhkan pendampingan keahlian. Karena mereka berasumsi, untuk meningkatkan taraf hidup yang layak, harus didasari dengan keahlian sebagai nilai jual yang bernilai. “BSK ini, bukan hanya melatih anggota untuk organisasi. Karena sejatinya mahasiswa dituntut mampu hidup bersama masyarakat, bergandengan tangan menciptakan generasi mendatang yang berkepribadian bangsa yang sesungguhnya,” imbuhnya. Menurut Jejen, pelaksanaan bakti sosial kemasyarakatan ini  karena masih minimnya perhatian dari Pemerintahan Kabupaten Ciamis. Padahal menurutnya, kegiatan tersebut telah rutin digelar sejak KMC lahir 37 tahun silam. Ia menyayangkan sikap pemerintah yang seolah membiarkan tanpa memberi bimbingan apalagi dukungan. “Ini terbukti dari sulitnya koordinasi. Bahkan anggaran kegiatan ini sebagian besar adalah hasil swadaya anggota, sumbangan alumni,” tutur dia. Berkaca pada asa cita lahirnya KMC Galuh Taruna Bandung lahir, semangat mengabdi pada pertiwi terus berdialektis, bergerak hingga ranah realistis yang dinyatakan dalam salah satu kegiatan bakti sosial kemasyarakatan. “4 Desember 1979 lalu adalah tanggal KMC Galuh Taruna Bandung lahir, otomatis sejak tanggal itu pula semangat mengabdi pada pertiwi dimulai. Karena sejatinya KMC lahir dari rahim masyarakat Ciamis dan berharap kedepan, kegiatan pengabdian mahasiswa ini menjadi bagian dari semangat bersama untuk membangun daerah,” pungkasnya. (BOIP/Yun)  

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA