Kekuasaan Bukan Segalanya; Mengambil Hikmah Ala Diky Chandra (Bagian II-Habis)

Oleh Deni Rinjani GARUT,FOKUSJABAR.COM Mundurnya Diky Chandra dari jabatan Wakil Bupati menjadi pertanyaan dari berbagai kalangan masyarakat, terutama LSM, ormas, mahasiswa dan ulama. Imbasnya, tak lama setelah mundur, hingga hampir tiga bulan setela

Kekuasaan Bukan Segalanya; Mengambil Hikmah Ala Diky Chandra (Bagian II-Habis)

Oleh: Deni Rinjani GARUT,FOKUSJABAR.COM : Mundurnya Diky Chandra dari jabatan Wakil Bupati menjadi pertanyaan dari berbagai kalangan masyarakat, terutama LSM, ormas, mahasiswa dan ulama. Imbasnya, tak lama setelah mundur, hingga hampir tiga bulan setelahnya Garut selalu diguncang demo, diantaranya soal dugaan korupsi pejabat garut, dugaan selingkuh pejabat Garut, temuan LHP BPK RI adanya penyimpangan keuangan negara di beberapa SOPD, selain demo pro dan kontra mundurnya Diky Chandra. [caption id="attachment_14653" align="aligncenter" width="460"] Diky Chandra saat menjabat, ikut mempopulerkan produk UKM seperti Chochodot. (Foto: Deni Rinjani)[/caption]   Menurut Setwan DPRD Garut Farida Susilawati,pada tahun 2011 lalu, merupakan tahun dengan demo terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, mencapai angka diatas 150 kali,demonstran yang datang ke DPRD dengan berbagai macam aspirasi. Akhirnya setelah menjalani penantian cukup panjang hampir kurang lebih tiga bulan lamanya pada tanggal 5 Desember 2011,Diky Chandra resmi tidak menjabat sebagai Wakil Bupati Garut. Ini terjadi setelah Gubernur memberikan SK Pengunduran diri Wakil Bupati Garut dari Mendagriyang bertempat di Gedung Sate Bandung dengan dihadiri KPU, unsur Muspida Garut, Bupati, dan beberapa anggota DPRD Garut. Ditempat terpisah saat dihubungi beberapa wartawan usai penyerahan SK, istri Diky Chandra, Rani Permata mengatakan, resmi sudah suaminya berhenti dari jabatan Wakil Bupati Garut dan mohon maap atas segala kesalahan. ”Kami bukan mundur mencintai rakyat, bukan mundur membantu Garut, bukan mundur untuk berkiprah di Garut, melainkan hanya mundur dari tugas membantu bupati, yang dinilai mengingkari janji-janjinya,” ujarnya. Mundurnya Diky Chandra dari jabatan Wakil Bupati tidak menyurutkan niatnya kembali menjadi artis, terbukti dia langsung bermain dalam cerita Komedian OPera Van Java serta menjadi Juri Da’i Muda di salah satu teve swasta. "Lega hati saya setelah menerima SK, artinya saya akan bebas berekspresi menjadi apa saja,mungkin ini adalah sebuah pengalaman berharga bagi saya, pernah menjabat menjadi wakil bupati garut," ungkapnya. Diky berkata atas nama Tuhan, walaupun tidak menjadi wabup lagi, dia tetap akan membantu Garut sesuai kemampuan. "Demi tuhan saya sangat mencintai Garut dan masyarakatnya, saya tidak akan pernah melupakan sebab ini tanah kelahiran saya," katanya. Melihat semua gonjang-ganjing Garut hari ini, serta belajar dari apa yang dilakukan Diky, jelaslah bahwa kekuasaan itu bukanlah segalanya. Kita semua juga bisa belajar bahwa kebahagiaan itu tidak dapat diukur oleh sebuah kekuasaan! (MSU)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA