Jaga Kondusifitas Negara, TNI Kawal Program KB di Jawa Barat

Sebanyak 1200 Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Provinsi Jawa Barat diberikan pelatihan dan pemahaman tentang kependudukan dan keluarga berencana (KB). Dilibatkanya TNI tersebut berharap pendidikan keluarga kepada masyarakat bisa mudah tersampaikan.

Jaga Kondusifitas Negara, TNI Kawal Program KB di Jawa Barat

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Sebanyak 1200 Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Provinsi Jawa Barat diberikan pelatihan dan pemahaman tentang kependudukan dan keluarga berencana (KB). Dilibatkanya TNI tersebut berharap pendidikan keluarga kepada masyarakat bisa mudah tersampaikan. “Untuk menyentuh pemahaman tentang keluarga pada masyarakat kami bekerjasama dengan TNI. Akhir-akhir ini, sebanyak 1200 Babinsa dari 19 Kodim di Jawa Barat telah diberikan pelatihan khusus bagaiamana menghadapi permasalahan yang kerap terjadi didalam keluarga,” ungkap Iman Hikmat, perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, pada FOKUSJabar.com, Selasa (15/11/2016). Jalinan kerjasama tersebut, berawal dari angka kelahiran anak di Jawa Barat sangat tinggi. Dia mencatat, bahwa kelahiran anak di Jawa Barat dirata-rata dua menit perhari. Namun kata Iman, data tersebut masih bersifat makro. “Ada 800 ribu bayi lahir dalam satu tahun di Jawa Barat. Artinya, populasi penduduk tahun ketahun meningkat. Bahkan Indonesia menempati urutan keempat dengan penduduk terbanyak di dunia, setelah Amerika, Cina, India. Dan 236 juta penduduk di Indonesia 46 juta disumbang dari Jawa Barat,” bebernya. Hadirnya BKKBN ini tambahnya, bukan untuk menghentikan kelahiran anak, melainkan mengatur jarak kelahiran. Ini dilakukan untuk menjaga kelahiran dua balita dari satu keluarga. Di tempat yang sama, Komandan Koramil 1320/Pangandaran, Mayor Inf. Agung Subakti mengatakan, TNI mendukung penuh program pemerintah dengan mengatur jarak kelahiran. Dia berpendapat bahwa dengan meningkatnya angka populasi penduduk akan berakibat pada ancama keamanan nasional. “Kebutuhan meningkat, stabilitas ekonomi menurun, menjadi faktor ancaman pada keamanan. Hal ini menjadi tugas kami untuk menjaga kondusifitas kemanan negara,” jelasnya. (BOIP/DEN)  

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA