Ini Alasan Asep Awam Tak Bisa Melanjutkan Usaha Cetak Bata

Dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika salah seorang produsen bata pres di Kampung Peer, RT01 03 Desa Linggamukti Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut Asep Awan tak bisa membangun kembali Lio miliknya yang terbakar sekitar dua

Ini Alasan Asep Awam Tak Bisa Melanjutkan Usaha Cetak Bata

GARUT, FOKUSJabar.com: Dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika salah seorang produsen bata pres di Kampung Peer, RT01/03 Desa Linggamukti Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut Asep Awan tak bisa membangun kembali Lio miliknya yang terbakar sekitar dua minggu lalu. [caption id="attachment_165707" align="aligncenter" width="740"] Asep Awan (Foto: Bambang F)[/caption] “ Pasca kebakaran hingga sekarang, saya menganggur karena tak tak sanggup membangunnya kembali. Jangankan untuk membangun Lio, untuk makan sehari-hari saja sangat sulit,” kata Asep, Minggu (20/9/2015). Dia mengaku saat ini kesulitan untuk biaya hidup dan menjalankan kembali usahanya. Harapan satu-satunya pihak pemerintah segera turun tangan dengan mengucurkan anggaran bantuan permodalan bagi para pengusaha kecil dan menengah. “ Saya berharap pemerintah mau dan peduli terhadap nasib kami yang kini terjepit,” pinta Asep Awan. Diberitakan sebelumnya, Ketua Paguyuban Pemuda dan Pemudi Sucinaraja (P3S) Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Engkus Kusnadi mengatakan, keberadaan perusahaan pembuatan bata pres di Kampung Peer Desa Linggamukti Kecamatan Sucinaraja mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Betapa tidak, satu buah Lio (tempat pembakaran bata merah) mempekerjakan paling sedikit 25 orang pegawai. (Bambang Fouristian/DEN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA