Idih! BBM Turun, Harga Kepokmas Malah Naik

Ironis, di kala harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami penurunan, Selasa (5 1 16) lalu, sementara harga Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas) di sejumlah pasar tradisional yang tersebar di Kabupaten Garut malah merangkak naik. Sejauh ini berdasarkan h

Idih! BBM Turun, Harga Kepokmas Malah Naik

GARUT, FOKUSJabar.com: Ironis, di kala harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami penurunan, Selasa (5/1/16) lalu, sementara harga Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas) di sejumlah pasar tradisional yang tersebar di Kabupaten Garut malah merangkak naik. Sejauh ini berdasarkan hasil pantauan FOKUSJabar, harga telur ayam melonjak dari Rp19 ribu per kg menjadi Rp26 ribu per kg dan harga daging ayam naik Rp9 ribu per kg dari Rp28 ribu per kg menjadi Rp37 ribu per kg. Sementara harga daging sapi naik dari Rp90 ribu menjadi Rp110 ribu per kg. Hal tersebut dibenarkan salah seorang pedagang daging ayam di pasar Samarang, Nur Hasanah. Dia mengaku, selain harganya naik juga pasokan barang dagangannya jadi berkurang. “ Kini omzet saya menurun hampir 50 persen. Penyebabnya mungkin, para pembeli lebih memilih belanja ke pasar modern yang lokasinya lebih dekat,” kata Nur Hasanah, Minggu (10/1/2016). Senada dikatakan pedagang daging ayam di Pasar Cibatu, Modin. Menurut dia, saat ini harga daging ayam di pasar tradisional dengan di pasar modern tak jauh berbeda. Karenanya, para pembeli lebih memilih belanja ke pasar modern. Hal itu dipicu penurunan harga BBM yang tak diikuti dengan penurunan ongkos angkutan umum. “ Seharusnya, ketika harga BBM turun, ongkos angkutan umum pun turun,” ujar Modin. Ditemui terpisah, seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Cibatu, Ny. Teti Solihin mengaku lebih memilih belanja ke pasar modern karena lokasinya lebih dekat sehingga tak mengeluarkan ongkos banyak. “ Aneh, harga BBM kan turun, tapi kenapa ongkos angkutan umum tidak turun. Lalu harga Kepokmas malah naik begitu signifikan,” singkat Teti. (Bambang Fouristian/MSU)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA