Hidih! Di Akhir Kampanye Pelanggaran Caleg Meningkat

Masa kampanye tinggal tiga hari lagi sampai Sabtu (5 4) mendatang. Di hari ke 12 Selasa (1 4) kemarin, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Garut menerima lebih dari 100 laporan pelanggaran. caption id attachment 75902 align align

Hidih! Di Akhir Kampanye Pelanggaran Caleg Meningkat

Oleh : Deni Rinjani GARUT,FOKUSJabar.com : Masa kampanye tinggal tiga hari lagi sampai Sabtu (5/4) mendatang. Di hari ke 12 Selasa (1/4) kemarin, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Garut  menerima lebih dari 100 laporan pelanggaran. [caption id="attachment_75902" align="aligncenter" width="460"] Anak-anak masih di libatkan dalam kampanye parpol beberapa waktu lalu(Foto: Deni Rinjani)[/caption] Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, H. Asep Nurjaman, mengatakan pelanggaran itu ada yang sifatnya temuan oleh petugas lapangan Panwas , tapi ada pula yang sifatnya laporan dari masyarakat termasuk pula laporan dari Parpol peserta Pemilu itu sendiri. "Pelanggaran itu pun didominasi pelanggaran lalulintas, saat kampanye dan pelanggaran administrasi. Hingga sekarang jumlah pelanggaran itu mencapai lebih dari 100 laporan," kata Asep , Selain itu, kata Asep, pihak Panwas juga telah menerima laporan adanya keterlibatan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Kepala Desa (Kades) yang ikutan kampanye. Menurut Asep, oknum PNS dan Kades itu terlibat kampanye di Lapang sepakbola Nagrak, Desa Cihikeu Kecamatan Bungbulang pada saat kampanye Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Sabtu (29/3) lalu. Asep menyebutkan, laporan pelanggaran yang dilakukan oknum PNS dan Kades di Dapil 3 itu kini sedang dikaji oleh tim Panwas. "Laporan tertulisnya sudah kami terima dari petugas lapangan. Jadi ini sifatnya temuan makanya perlu dikaji lagi atau masih butuh proses . Sekarang masih dalam proses pengkajian," ungkapnya. Asep Juga menegaskan, keterlibatan oknum PNS atau kepala desa dalam kampanye terbuka itu, dapat masuk dalam pelanggaran pidana Pemilu atau pelanggaran administrasi. "Kalau PNS ada terkait disiplin PNS. Kalau laporan tersebut sudah memenuhi unusur formil dan materil. Maka akan dilanjutkan atau direkomendasikan pelangaran tersebut," tandasnya Jenis pelanggaran yang sering terjadi para peserta kampanye adalah, menggunakan kendaraan roda dua dengan tidak memakai helm, membawa anak-anak dalam kampanye,menggunakan mobil bak terbuka dengan membawa orang di atasnya melebihi kapasitas dan memobilisasi masyarakat yang belum memiliki hak pilih untuk ikut berkampanye.(ADR)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA