Hi hi hi, Status Pengadilan Agama Meningkat, Perceraian Malah Naik

Kantor Pengadilan Agama Garut statusnya kini menjadi kelas satu atau setingkat dengan Kandepag dan kantor pengadilan umum, namun imbasnya malah tingkat pengaduan perceraian warga pun semakin tinggi. caption id attachment 19747 align aligncenter

Hi hi hi, Status Pengadilan Agama Meningkat, Perceraian Malah Naik

Oleh : Agus Somantri GARUT, FOKUSJabar.com : Kantor Pengadilan Agama Garut statusnya kini menjadi kelas satu atau setingkat dengan Kandepag dan kantor pengadilan umum, namun imbasnya malah tingkat pengaduan perceraian warga pun semakin tinggi. [caption id="attachment_19747" align="aligncenter" width="460"] Foto Ilustrasi (Foto: web)[/caption]   Maka tak aneh jika dibandingkan daerah lain di Jawa Barat, kasus perceraian yang terjadi di Kabupaten Garut terbilang tinggi, bahkan menempati urutan tertinggi kedua di Jabar setelah kabupaten Indramayu. Humas dan Panitra Hukum Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Garut Dede Abdul membeberkan sejak tahun 2012 lalu perkara perceraian yang masuk dari warga ke PA Kabupaten Garut mencapai sekitar 2.446 perkara.Pasangan yang mencabut perkaranya 108 pasangan. "Sementara yang melakukan perceraian dan telah diputuskan oleh PA sebanyak 2.388 kasus. Hingga pertengahan Januari 2013 tercatat sekitar 230 pengajuan perceraian," papar Dede kepada FOKUSJabar.com, Kamis (17/1). Salah satu indikasi kuat tingginya jumlah angka pernikahan yang berujung perceraian disebabkan oleh faktor ekonomi. Namun demikian ditambahkannya, faktor ekonomi bukan satu-satunya alasan tingginya kasus perceraian di Garut. "Kami yakin faktor ekonomi bukanlah satu-satunya penyebab tingginya angka kasus perceraian di Garut. Selain ekonomi, ada pula faktor lainnya diantaranya perselingkuhan dalam rumah tangga yang juga sering menjadi alasan kuat untuk menempuh perpisahan," ungkapnya. Tingginya angka perceraian di Garut harus dicegah dengan pembinaan atau penyuluhan dari institusi yang berwenang. Selama ini pengadilan agama juga senantiasa berusaha untuk kembali menyatukan keluarga atau rumah tangga yang terpecah tersebut agar bisa bersatu kembali. (NOER)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA